yang gak disorot para LGBT
1. MUI mengecam kiai cabul & membentuk satgas pencegahan kekerasan seksual
2. MUI menyoroti masalah pesantren bermasalah dan mendorong evaluasi sistem pengawasan
3. MUI: Koruptor Hendaknya Dijatuhi Hukuman Berat, Perlu Dipidana Penjara Seumur Hidup atau Pidana Mati
intinya, lu pandir dan cherry picking, yang muslim menerima fatwa MUI, elu yang bukan muslim ngamuk-ngamuk karena kultus LGBTnya disenggol lmao
ITS MUHAMMADIYAH ANJIR ITS MUHAMMADIYAH!
ISLAM! Di islam kan ditentang mas.
Gila ye, tuhan dilawan, nabi dilawan, ditambah kmrn dokter dilawan ckckckck
Entah apa yg bisa bikin mereka tau mereka salah
“Kan cuman minta dihargai blablabla”
Nice try Homok, kami sudah tahu kelakuan kalian dari negara2 westoid disana kek mana wkwkwkwkkw
Jangan pernah kasih ruang aman bagi mereka, dimanapun!
Kak...? Ini MUHAMMADIYAH 🙏😭 menurutku sangat wajar mereka menentang hal ini loh?????? 🙏😭 Universitas berbasis agama islam, di dalam islam kan menentang... jd sangat wajar. 🥲🙏 ga semua hal yg kamu inginkan bisa diterima kak apalagi kalau udh agama.
Menolak narasi/pemikiran LGBT itu TIDAK SAMA dengan menindas/mempersekusi LGBT.
Dokter Tirta ini masih yang pertama. Lu kalo campurin keduanya, bakal repot. Logika lu jadi berantakan.
Sama dengan halnya menolak penormalan merokok itu tidak sama dengan menindas/persekusi para perokok.
Menolak narasi LGBT itu BOLEH dan menjadi hak warga negara.
Mempersekusi LGBT itu baru TIDAK BOLEH karena ada unsur pidana dan membawa bahaya bagi keselamatan orang.
Nah, kaum lu suka nyampur-nyampurin keduanya. Ditentang narasinya dengan "stay normal" langsung ke-trigger, langsung cancel, langsung nge-block. Langsung ngerasa itu serangan ke identitas, jati diri, sehingga menolak narasi LGBT = menolak orangnya juga, alhasil dianggap jadi bagian dari diskriminasi. Padahal di kehidupan sosial masyarakat ga sesederhana itu realitanya!
Kalo ngaku progresif, harusnya budayakan dialog, bangun argumen yang kuat. Kebiasaan buruk penganut ideologi LGBT ini terlalu kuat budaya nge-block/dni nya pada orang yg sekadar berbeda pandangan, sehingga yg muncul kebenciannya aja, bukan dialog.