halo temen temen yang muslim, aku pengen sharing aja sih. kalian pernah ga sih ngerasa pas kalian lagi kena masalah atau musibah sekecil atau sebesar apapun, kalian suka terbesit "ah pasti karena aku telat sholat, pasti karena aku tadi ngomong kasar" atau sebagainya. padahal,—
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
lu semua nyadar gasih apa yg paling jahat dari rezim skrg? ngebuat masyarakat kecil bergantung sama 1 program brengsek yg ngebuat sebagian dari mereka mikir “kalo gue ambil, bertentangan dg hati nurani, kalo ga gue ambil gue makan apa di hidup yg serba susah ini”
soal DNA ini ya, dulu di askfm ada yang posting hal lucu, katanya gini:
manusia menjadi kanibal ketika memakan pisang karena 41-60% DNA pisang mirip dengan manusia. memanggil manusia lain dengan sebutan anjing adalah tepat karena 80-84% DNA anjing mirip dengan manusia. memakan ayam juga kanibalisme, karena 60% DNA ayam mirip dengan manusia.
tapi bener gasehh?
benar, tiap makhluk di bumi punya DNA dan saling terhubung. itu penanda kalo kita semua berasal dari satu titik yang sama di sejarah kehidupan, walau bentuknya sekarang berbeda-beda.
tapi kemiripan DNA bukan berarti A adalah B. bukan berarti lebih dari setengah tubuhmu adalah pisang, sementara setengah lainnya anjing dan ayam.
ga gitu cara kerjanya.
yang perlu dipahami, angka kemiripan DNA itu menghitung seberapa banyak urutan gen yang sama, bukan seberapa mirip dua makhluk itu secara keseluruhan.
dan gen yang sama itu bisa punya fungsi yang sangat berbeda di tubuh yang berbeda.
gitu juga dengan kucing. walau 95.6% DNA kucing rumahan mirip dengan harimau siberia, kucing rumahan ga serta merta jadi harimau dalam bentuk kicik.
selisih 4.4% itulah yang bikin mereka berbeda dan bikin kucing rumahan tetap jadi kucing rumahan, sementara harimau siberia tetap jadi harimau siberia, dengan ukuran tubuh, kekuatan, perilaku berburu, dan insting yang sangat berbeda.
dan biar lebih kerasa skalanya, manusia dan simpanse itu berbagi 98.7% DNA. hampir identik di atas kertas. tapi ga ada yang bilang simpanse adalah manusia yang belum selesai, atau manusia adalah simpanse yang kebetulan bisa ngomong.
karena selisih 1.3% itu yang bikin kita berbeda sepenuhnya.
jadi kesimpulan bahwa besaran kemiripan DNA otomatis berarti dua makhluk itu serupa, itu ga tepat kalo kita mengabaikan apa yang ada di selisihnya.
justru di selisih yang kecil itulah letak perbedaan yang paling menentukan.
“Rakyat kita bermimpi untuk hidup layak.”
Orang mah mimpi tuh keliling dunia, sekolah tinggi sampai S3 atau jadi profesor, punya penghasilan 3 digit perbulan… untuk hidup layak DOANG kok harus BERMIMPI tuh berarti negaranya gagal wok
- Nelayan disandera bajak laut Somalia
- Aktivis kemanusiaan sama beberapa jurnalis diculik zionis israel
- Aceh gak pulih-pulih pasca 6 bulan bencana
Gak ada yang dibahas blas, malah ngeprank kenaikan gaji 300% buat guru, yang ternyata salah ucap buat hakim. Asu!
Kalau rakyat tidak berani bermimpi menjadi kaya dan hanya bermimpi hidup layak. Artinya apa? Bahkan di negara ini bermimpi aja orang tidak berani saking gak ada harapannya.