Sudah waktunya soal Ijazah Palsu dan Skripsi Palsu dibawa ke ranah Internasional. Karena ini bukan sekedar soal Pemalsuan yang dilakukan Koruptor Kelas Dunia versi OCCRP. Ini adalah Skandal Politik Terbesar di Indonesia.
Mungkin bisa melibatkan Pakar Digital Forensic Internasional seperti INTERPOL Digital Forensic, National Center for Media Forensic (NCMF), Berkeley Digital Forensic US
dan Media-Media Besar seperti BBC, CNN, Al Jazeera.
Memberikan barang ke orang atau makan kalau pakai tangan, pakainya tangan kanan (lebih ke cultural practices) karena dianggap sopan, itu tetap diajarkan.
Tapi kalau nulis, gunting, motong, sculpting, etc. Biar tangan dominannya.
Bukti otentik yang susah dilawan ya ini:
Penulisan nama seorang Dekan, Guru Besar, Ilmuwan terkemuka,
Tidak boleh salah, dan tidak akan pernah salah penulisan dalam lembaran apapun, apalagi dokumen akademik resmi.
Prof. Dr. Ir. Achmad Sumitro
Ini adalah nama asli beliau.
Kesaksiannya tidak tanggung-tanggung: Anak kandungnya sendiri ibu Aida Greenbury, yang juga lulusan Fakultas Kehutanan UGM.
Sementara penulisan nama
Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro
Di lembar pengesahan palsu dari Skripsi palsu yang dibuat komplotan penjahat untuk seorang penjahat.
Dari bukti ini saja sudah jelas.
Tidak perlu bukti-bukti lain yang seabrek-abrek.
Pika, anak bu Santi, salah satu pemohon uji materil tentang ganja medis ke MK telah meninggal dunia…
Pika, kami minta maaf, kami gagal, ampuni kami ya nak
Tuhan… hancur hatiku