a thread
WTS new & preloved 90%
search toko: dhealiciousss
link toko: https://t.co/zfrTFXGbk6
Produk 100% ORIGINAL dijual karena overload
Expired masih lama! Bisa nego asal masuk akal
Cek produk bisa DM/chat di toko oren🍊
Yuk checkout mumpung lagi tanggal kembar
Produk baru👇🏻
Semua orang yang dianugerahi akal sehat pasti bingung lihat orang yang kerjaan utamanya belum beres, tapi malah sibuk ngerjain hal-hal lain yang nggak nyambung.
Yg paling menyedihkan sampe hari ini adalah ga ada satupun ucapan dari Presiden mengenai serangan yg dialami Andrie Yunus.
Gw bingung yg dibilang antek asing siapa. Rakyatnya sendiri?
Sementara beliau ikut BOP tanpa ada penjelasan sama sekali ke rakyat.
Gw bingung yg dibilang gak mau liat Pemerintah berhasil siapa. Rakyatnya sendiri?
Sementara beliau gak mau jenguk anak2 muda yg sampe sekarang masih ditahan sama kepolisian tanpa kepastian masa depan yg jelas.
Gak bisa dikerasin terus, Pak.
Turun ke bawah. Ngobrol sama pegiat HAM. Ngobrol sama pengamat yg berseberangan sama Bapak. Ngobrol sama anak2 muda yg banyak harus nyambi karena blm dapat kerjaan. Ngobrol sama ojol, pekerja buruh, pegawai kantoran, OB, kasir, pedagang. Kelas menengah yg statusnya kadang bs di atas dan sangat mudah jatuh ke bawah.
Jangan cuma ngobrol sama org2 kaya yg punya modal. Jangan cuma ngobrol sama menteri-menteri yg cuma mau kasi informasi baik. Jangan cuma ngobrol sama anak2 muda lulusan luar negeri yg kerja sama Bapak atau mereka yg ikut Bapak dari lama atau mereka yg kagum sama Bapak krn Bapak bantu hidupnya.
Jangan cuma ngobrol sama mereka. Ngobrol sama orang-orang yg bersebrangan sama Bapak.
Kekuasaan itu gak akan bertahan lama, Pak dan kekuasaan itu bukan punya Bapak.
Suatu saat bakal Tuhan tunjukin kekuasaan itu bukan punya siapa2 kecuali mereka yg hidupnya bekerja keras & berintegritas.
Time will tell, Pak.
Ekspektasi MBG gue dulu:
“Wah kantin sekolah jadi gratis”
Realitanya:
- bunuh rejeki ibu kantin
- keracunan
- meninggoy
- dapur jadi polusi bau sekitar
- UMKM dicurangin
Apalagi ini kelebihannya program terbaik sepanjang masa?
saya merangkum alasan kenapa MBG baiknya stop dulu saat lebaran... bukan anti program pemerintah, karna saya ASN. pasti saya dukung... jika itu baik.
ini rangkumannya dari berbagai keluhan netizen.
1). Target penerimanya, seperti anak sekolah, kebanyakan sedang mudik atau libur panjang di rumah masing-masing.
2). Stok bahan baku di pasar tradisional dan supplier besar biasanya menipis atau tutup karena pedagangnya ikut pulang kampung.
3). Tim pelaksana di dapur, kurir pengantar, hingga pengawas lapangan juga membutuhkan waktu untuk merayakan hari raya bersama keluarga.
4). Distribusi makanan panas sangat berisiko terhambat kemacetan arus mudik dan balik, sehingga makanan bisa basi sebelum sampai.
5). Masyarakat biasanya sudah memiliki stok makanan melimpah seperti opor dan rendang di rumah, sehingga jatah makan gratis rawan tidak termakan.
6). Potensi makanan terbuang atau food waste jadi sangat tinggi karena ketidakpastian jumlah orang yang ada di lokasi distribusi.
7). Biaya operasional akan membengkak signifikan karena harus membayar upah lembur staf dan harga bahan pangan yang biasanya melonjak saat Lebaran.
8). Fungsi kontrol dan monitoring gizi dari instansi terkait cenderung tidak maksimal selama masa cuti bersama nasional.
9). Arus lalu lintas yang padat selama Lebaran lebih diprioritaskan untuk pemudik daripada pergerakan logistik makanan skala besar di jalur utama.
10). Memberi kesempatan bagi pelaku UMKM dan warung makan lokal di daerah tujuan mudik untuk mendapatkan pemasukan dari para pemudik.
🚨 Sinyal Bahaya untuk Semua!
Setelah angka korban keracunan hanya dianggap sebagai statistik belaka, melalui rakor resmi, kini BGN juga benar² serius mengubah frasa insiden keracunan menjadi hal menonjol gangguan pencernaan setelah konsumsi MBG.
Jabingan betul. 🙂
Pernyataan bahwa MBG tetap dibagikan saat libur Lebaran bahkan dimajukan tanggal 17 Maret terdengar lebih seperti kepanikan proyek daripada kepedulian program.
Libur sekolah, anaknya di rumah.
Tapi MBG tetap harus jalan.
Kenapa?
Karena kalau berhenti seminggu saja, rantai bisnisnya ikut libur.
Kalau memang tujuannya membantu gizi anak, kenapa tidak diberikan tunai saja ke orang tua?
Lebih sederhana.
Lebih fleksibel.
Lebih masuk akal.
Tapi tentu saja…
kalau tunai, terlalu banyak pihak yang kehilangan “jatah operasional”.
Jadi jangan heran kalau program ini dipaksa tetap jalan bahkan saat libur.
Karena yang takut “anak kehilangan gizi” mungkin sedikit.
Yang takut aliran uang berhenti seminggu, kemungkinan jauh lebih banyak.
Singkatnya:
Ini bukan lagi soal makan bergizi.
Tapi soal proyek yang tidak boleh berhenti, bahkan saat sekolah libur.
Ini lho anggaran MBG yang digugat ke MK.
Konstitusi mewajibkan anggaran pendidikan minimal sebesar 20% dari total APBN.
Tahun ini, anggaran pendidikan setara 20,01%, tapi... itu termasuk MBG yang jumlahnya mencapai 223,5T.
Tanpa menghitung MBG, anggaran pendidikan hanya 14,2%. Jauh di bawah amanat konstitusi.
Padahal di negara ini, masih ada siswa yang tidak mampu membeli buku tulis dan pensil 🥀
Pas awal terpilih, saya masih khusnudzon, ga mungkin seburuk itu. Saya pilih calon lain, ya harus menerima kenyataan aja.
Tapi penanganan bencana di Sumatra ini parah banget. Udah level inkompetensi tingkat tinggi. Mikirin harga diri aja udah salah banget. Goblok kuadrat.
Saya senang karena kita masih punya warga yang senang membantu. Tapi bencana semasif ini, ya butuh level kebijakan lebih tinggi.
Kesel banget liat masih banyak daerah yang belum dapet bantuan atau tidak ke handle karena harga diri. Bodoh.