Bahwasanya sekecil apapun kebaikan yang terjadi pada anak, bukanlah semata hasil dari "didikan kita"
Tapi karena pertolongan dan atas izin dari Allah azza wa jalla.
Dr.pinan
Berkali-kali tersadar bahwa saat menjadi orang tua, bagian tersulitnya bukanlah di point mendidik anak.
Tapi, mendidik diri sendiri
Mendidik diri untuk lebih sabar
Mendidik diri untuk menikmati proses dan mensyukuri setiap progresif
Mendidik diri untuk bisa meregulasi emosi
Sering kita menasihati saudari kita untuk tidak pamer nikmat demi menjaga hati sesama, tapi sudahkah kita menjaga hati kita sendiri agar tak hasad atas nikmat yang ada pada saudari kita?
*Self reminder
Teringat pesan ibunda sufyan at tsauri, teruslah belajar jika ilmu itu mengubah gaya bicaramu, dudukmu. Tapi apabila ilmu tidak mengubahmu maka berhentilah belajar.
Kita yang udah ngaji namun gak ada perubahan, kemana ilmunya, apa niatnya?
Nggk perlu iri dengan keluarga oranglain, semua yang kalian alami ada hikmahnya.
Jika mendapati keluargamu tidak sesuai harapan, maka bersabarlah atas ketentuan Rabbmu, setidaknya ketika berkeluarga (menikah) kelak, engkau bisa belajar dari apa yang telah engkau alami & lewati.
Gimana ya mengamalkan apa yg sudah pernah di tulis dan di share aja masih terbata-bata , kok masih mau menambah nasihat untuk orang lain .
Jadi maaf ya, masih sedang berusaha agar tidak menjadi lilin. π
Kesempurnaan seseorg menjadi orgtua, terutama ibu itu bukan tatkala bnyk melahirkan anak2, bisa memberikan makanan yg terbaik dgn nutrisi seimbang.
tapiii... π
"6bln kok blom bisa merangkak? Anakku 5bln udah lari.. "
Cepat atau lambat nya perkembangan bayi itu tidak penting selama masih dlm batas normal.
Yang penting adalah mereka berguna atau tidak bagi orangtua untuk akhirat nya kelak.
Karna anak adalah investasi terbaik orangtua.