Slmt pagi pak @pramonoanung cb deh pak main2 ke pinggiran Jkt, tepatnya di Jl Mochtar Raya. Sy kompl tempo hari dan statusnya https://t.co/ekaMb5upxh blg belom, malah disuruh kasih bukti kt @DKIJakarta. Demi rkyt pinggir jkt, sy brenti malem2 nih pak
@DKIJakarta@ranodoelkarno@pramonoanung Di status nya iya akan dikerjakan pada bulan Juli, tapi bisa ga tolong dikeruk dulu got disepanjang makam? Bau nya mengganggu soalnya.
@DKIJakarta@ranodoelkarno@pramonoanung Mohon maaf mau tanya, ini kelanjutannya gmn ya? Got gak di keruk, air masih menggenang dan kerusakan jalan (lobang) di mochtar raya makin dalam, tapi status laporan sudah selesai. Bisa tolong dijelaskan?
@DKIJakarta@ranodoelkarno@pramonoanung Kalo masih bingung dari mana dana nya buat bikin air di got ngalir ke kali yg entah dimana, petugas ppsu kelurahan joglo bisa kali nyedot air di got itu. Bau nya naazubilah min..
@DKIJakarta@ranodoelkarno@pramonoanung Untuk sekedar menggerakkan petugas PPSU blom bisa? Udah 3 hari lho ini Min, udah sangat amat bau ini got nya. Blom lagi ban kendaraan yg lewat genangan air nya ikutan bau.. jangan cuma jagoan ninggiin jalan ajah.. alirin itu air got nya @DKIJakarta@pramonoanung@ranodoelkarno
@BPJSKesehatanRI@KemenkesRI terus atas kesalahan pihak anda, saya harus ngurus sendiri ke kantor cabang bpjs terdekat? harus nya anda lah yang benerin.. anda kan bisa hubungi saya, tanya problem nya apa, jangan jadi ROBOT!
@BPJSKesehatanRI@KemenkesRI ya saya disuruh ngurus akibat kesalahan, kelalaian petugas anda. @BPJSKesehatanRI@KemenkesRI . kenapa sih pihak anda alergi sekali buat kontak langsung dengan customer? di web buat ubah data, sudah dimasukin nomor telepon, kenapa gak ditelpon?
Ini gimana ya? Pemerintah peduli ga sih sama jalan pinggiran kota? Sampai sekarang ga ada niat buat bikin aliran air di got ini mengalir? Saya lapor dah 2x ga da perubahan, jalanan makin ancur ga keliatan lagi dasar jalan nya. @ranodoelkarno@pramonoanung@DKIJakarta
Poin pertama saja sudah sangat problematik. Belum lagi poin2 selanjutnya.
Orang ini nggak paham soal bahwa narasi biaya pribadi presiden itu justru menabrak prinsip tata kelola negara.
Klaim bahwa kelebihan biaya ditanggung oleh dana pribadi presiden itu secara etika birokrasi dan hukum tata negara adalah hal yg sangat problematis.
Ini blurs the line. Dalam administrasi publik modern, harus ada batas yang mutlak antara kekayaan pribadi pejabat (private wealth) dan operasional negara (public fund).
Saat presiden memakai duit pribadi untuk urusan kedinasan, hal ini justru merusak standarisasi penganggaran dan akuntabilitas.
Lalu bagaimana biaya2 dicatatkan dalam LKPP?
Apakah ini dikategorikan sebagai hibah pribadi kepada negara?
Jika iya, apakah sudah melalui prosedur penerimaan hibah yang sah agar tidak menimbulkan conflict of interest di kemudian hari?