JANGAN BERHENTI MEMBICARAKAN PALESTINA.
Yang terjadi di Palestina, terutama Gaza, BUKAN perang. Tidak pernah ada perang dalam sejarah di mana 80% negara hancur, 100% penduduk mengungsi, dan 50% korban tewas adalah anak-anak. Ini adalah GENOSIDA, dan masih berlanjut.
Di saat para elit dunia bicara soal "perdamaian" yang berorientasi bisnis properti, warga Gaza masih terus dibunuhi Israel. Yang dibicarakan elit dunia adalah perlucutan senjata pejuang yang melawan genosida, bukan perlucutan pelaku genosida. Mereka meminta negara-negara menyumbang 17 triliun rupiah, alih-alih meminta pelaku penghancuran (Israel) mengganti kerugian warga Gaza. Mereka memaksakan dogma bahwa penjahatlah yang harus dilindungi keamanannya, alih-alih korban.
Perdamaian tidak akan terwujud selama pihak penjajah masih dibiarkan membunuh & meduduki wilayah jajahan. Perdamaian tidak akan tegak tanpa keadilan.
Pantas saja di Beredel..!!
Setelah lama mengamati lukisan ini, sepertinya ada pesan tersembunyi yang disampaikan sbb :
1. Sosok pemakai Mahkota Amangkurat jelas dimaksudkan sebagai si Penipu yg mengaku Raja Jawa.
2. Penjilat pantat menggambarkan kaum 58 yg menjadi penjilat Sang Penipu.
3. Sisi kanan kiri para penjilat adalah rakyat yang berteriak karena menjadi obyek penderita.
4. Sosok remaja yg digambarkan memakan Belimbing jelas di kodekan sebagai si “Belimbing Sayur”, si Fufufafa.
5. Dalam wadah buah juga disisipkan kode “Pisang” dan terdapat bentuk kotak yg diilustrasikan sebagai “Martabak”, ada botol dan gelas Wine sebagai simbol glamour dan kehidupan foya-foya.
6. Istana IKN dan Mata Satu diatasnya ditujukan sebagai wujud Istana Da’jal Sang Penipu.
7. Kedua sosok yg di-ilustrasikan telanjang menunjukan bahwa keduanya telah begitu telanjang (vulgar) menunjukan kebejatan dan aib dirinya kepada semua orang (tidak sembunyi-sembunyi lagi).
8. Disisi kiri bawah dan kanan atas dua sosok telanjang nampak sekumpulan Tikus yg menyerupai Babi sebagai simbol Koruptor yang berada di sekeliling si Penipu dan si Belimbing.
9. Warna yg mengelilingi istana da’jal ada warna Merah, Kuning, Biru dan Hijau yang mencirikan warna partai politik pendukung Sang Da’jal.
Jadi kurang tepat dengan apa yg dikatakan Fadli Zon bahwa lukisan lukisan tsb bertendensi Sara, padahal sebenarnya hanya karena menyinggung kelakuan dua orang Sarap yang tidak tau malu karena nekat ikut Pemilu bermodalkan Ijazah Palsu.
Kalo diliat, kenaikan PPN 12% ini pemerintah pake taktik:
Pertama, sebar kalimat utama yg bikin kalangan bawah dan yg ga engeh nerima2 aja "oh cuma barang mewah aja kok"
Kedua, secara bertahap mengubah kategori pajaknya diam2 lalu biarkan masyarakat 'nerima' mau gamau
@kurawa@Gerindra Kasih tau ke Gerindra min, nggak perlu, Bapak itu akan dibantu nitizen. Kalau Gerindra punya keberpihakan ke rakyat kecil suruh @prabowo pecat Miftah sebagai utusan khusus. @zoelfick