Bea Cukai ke game developer yg bawa Devkit. Diinterogasi seolah² nyelundupin barang elektronik bekas
Bea Cukai ke artis yang jelas² jual barang elektronik bekas. Berhaha-hehe
Pak Menteri, Bansos & BLT itu program Negara, pakai uang rakyat. Uang kami. Bukan dari Pak @jokowi. Janganlah rakyat diajari untuk salah paham begini. Kita semua punya tugas mencerdaskan kehidupan bangsa lho, pak.
Liverpool went from a team that struggled last season to the top team in the EPL rankings thanks to Jurgen Klopp's changes.
Jurgen Klopp's notable tactical changes in 2023.
Thread 🧵
🤮 MOBIL KOK KALENG KRUPUK 🤮
Eits jgn salah, aku mau meluruskan fenomena "menilai keamanan mobil dr ketebalan plat bodi"
Jadi, plat bodi itu ibarat kulit pd manusia...
🧵 A THREAD 🧵
Satu Putaran Pilpres Itu Tidak Masuk Akal
Oleh : Randaru Sadhana
Setiap orang masih bebas berpendapat bukan, karena negara kita belum merubah sistem demokrasinya? Oke mari kita bercerita, dengan melihat kondisi yang berkembang di sekitar kita. Datangnya suara maupun pendapat itu dari mana, kalau bukan fenomena yang nampak di depan mata kita?
Dalam hukum sendiri ada tiga macam penelitian yang memperlihatkan perbedaannnya, secara normatif, empiris dan normative-empiris. Jika normatif berdasarkan pengolahan data, empiris sesuai dengan kondisi di lapangan dan normatif-empiris perpaduan antara data dan fakta di lapangan dengan catatan lebih memperbanyak unsur empirisnya.
Saya membawa macam-macam pengamatan itu karena masih heran dengan beberapa lembaga survei, yang menempatkan posisi Prabowo-Gibran selalu di posisi teratas. Padahal jika dilihat dalam lapangan, keduanya adalah perpaduan pasangan yang bersatu karena pelanggaran konstitusi.
Gibran adalah simbol kematian demokrasi, ketidakadilan lembaga se-independen Mahkamah Konstitusi sekaligus lemahnya penegakan hukum di negara kita karena jabatan tinggi orang tuanya.
Apa yang mau dibanggakan dari paslon 02? Gagasannya? Trek recordnya? Semua zonk, bahkan kondisi di lapangan penuh akan gimmick dan kontroversi. Beneran mau mengandalkan jualan gemoy, sedangkan arogansi dan kontrol emosinya masih buruk ditandai dengan berapi-apinya saat debat pertama.
Lalu gagasannya apa, yang dibesarkan hanya makan dan minum susu gratis. Minim fungsi karena realisasinya hanya mengenyangkan perut tanpa menyelesaikan masalah terkini soal stunting, mental health dan pendidikan.
Susu yang dipasok pun justru susu kemasan yang tinggi kadar gulanya, sedangkan makan gratis hanya cukup mengenyangkan perut yang justru membuat ketergantungan. Mereka tidak memikirkan dana yang tinggi dan membuat bengkak anggaran negara.
Beda jauh saat saya bercerita tentang Ganjar-Mahfud. Keduanya keliling kesana-kemari mengenalkan visi-misi, menawarkan solusi dengan problem solvingnya yang sat-set disertai program yang penuh akan keefektifan.
Mulai dari sekolah gratis, memberi kesempatan setiap satu anak dalam setiap keluarga untuk menempuh pendidikan sarjana, mendirikan puskesmas setiap desa satu dengan fasilitasnya, KTP Sakti lengkap untuk mengakses bansos berbagai macamnya dan masih banyak lagi. Tidak hanya satu segi tapi berbagai sisi diratakan dnegan program gagasan mereka.
Di sisi lain tanggapan warga atas kedatangan mereka di setiap daerah paling ramai, paling antusias dan paling penuh kehangatan jika dibandingkan dengan safari politik capres lainnya. Karena mereka punya daya tarik, magnet yang membuat nyaman setiap orang. Entah dari pembawaannya yang ramah, komunikatif dan humoris atau memang mereka sudah kenal asli dari karakter Ganjar-Mahfud.
Nyatanya hal itu tidak selaras dengan setiap survei yang justru menempatkan Ganjar-Mahfud di peringkat kedua. Bahkan ada juga yang memposisikan elektabilitas keduanya di peringkat ketiga. Secara nalar saja hal itu sulit diterima.
Secara normative, keduanya jelas di atas dua capres lainnya. Pun secara empiris, di lapangan langsung @ganjarpranowo ini adalah tipe ideal seorang pemimpin yang sangat dicintai rakyat, karena dia yang paham betul akan kebutuhan rakyat, masalah yang terjadi sampai ke solusi yang kerap dia hadirkan. Jika diukur dengan penelitian normatif dan empiris, paslon 03 yang paling selaras.
Jadi apa yang membuat elektabilitas 03 turun? Seketika saya teringat ada selentingan kabar yang mengatakan, kalau memang survei itu disetting pihak atasan dan para elite pemerintah untuk berpihak pada paslon 02, apapun itu yang terjadi.
Ya walaupun nalar kita sulit menerima kekontrasan itu, tapi apa daya jika orang nomor satu di negara ini sudah bertitah? Sekarang pun pihak yang mengabarkan informasi besar itu sudah dilaporkan kepada dewan pers, miris bukan?
Slank masih menjaga idealisme dalam bermusik dan berkesenian... Mereka masih tetap sama menolak Prabowo menjadi pemimpin Indonesia... Ini bagus demi Indonesia Emas, Unggul dan Maju... Asal Bukan Prabowo adalah gerakan masyarakat cerdas dan jujur!! @arifin34533 @BlueNeo81 @kesittt
Nigeria : Memilukan, Lebih dari 70 Umat Kristen Dibunuh Oleh Teroris Islam di Negara Bagian Dataran Tinggi Bokkos. Saat Mereka Merayakan Natal..
Fuck You Bokoharam!!
https://t.co/z6quXgWugv
Tidak tahu malu orang ini. Ngobok2 kitab agama lain pakai pemahaman sendiri, menjelekan agama lain tapi bebas dari pasal penistaan.
Sementara ada yg cuma bilang "jangan mau dibohongi" didemo bersilit2.
Apakah Tuhan Pesan Pilpres Satu Putaran?
Oleh : Angwar Sanusi
Seorang teman mengatakan, sampai menjelang pelaksanaan pemilu nanti pasangan capres-cawapres Prabowo - Gibran akan selalu menang di semua lembaga survei. Entah itu hasil dari lembaga survei besar maupun abal-abal. Bahkan dalam beberapa hasil survei, tingkat elektabilitas paslon itu mencapai 50 persen lebih. Sehingga akan melahirkan persepsi bahwa Pilpres nanti bisa berlangsung hanya satu putaran.
Awalnya aku menganggap survei-survei itu memang hasil bayaran. Terutama jika melihat hasil survei yang keluar di bulan November dan Desember ini. Karena memang banyak banget lembaga survei abal-abal. Mulai dari lembaga Survei New Indonesia, lembaga survei Y-Publica, Political Weather Station dan masih banyak lembaga survei lain yang hasilnya menyebutkan elektabilitas Prabowo - Gibran lebih dari 50 persen. Apakah berhenti sampai di situ? Tentu tidak. Kemenangan mutlak paslon Prabowo - Gibran berdasarkan hasil survei akan terus terjadi bahkan dari lembaga survei paling kredibel di republik ini.
Memang aneh. Bahkan sangat aneh. Masak sih dengan segala macam kecurangan dan kejahatan inkonstitusional yang dilakukan pasangan Prabowo - Gibran justru membuat dukungan terhadap mereka semakin banyak? Tapi setelah mendengar penjelasan temanku ini saya jadi paham bahwa apapun sangat mungkin mereka lakukan. Bahkan tanpa membayar lembaga survei pun mereka bakal tetap memperoleh persentase elektabilitas paling besar.
Temanku menjelaskan, survei ini merupakan bagian dari operasi atau strategi dari istana agar Pilpres berlangsung satu putaran. Maka seluruh sumberdaya, seluruh kekuatan dikerahkan. Hal pertama yang mereka lakukan adalah mengubah peraturan. Jika sebelumnya izin survei cukup di Kementerian Dalam Negeri, mendekati Pilpres ini izin harus berjenjang. Artinya, siapapun lembaga survei yang hendak mengambil sampel suara, mereka harus izin ke Kemendagri. Setelah dari Kemendagri harus izin ke provinsi. Berlanjut izin ke kabupaten, kecamatan, pemerintah desa atau kelurahan sampai harus izin RW bahkan RT.
Aku masih belum paham ketika temanku menjelaskan urut-urutan izin itu. Aku juga tidak menemukan kejanggalan atau keanehan dari proses itu. Tapi ketika temanku mengatakan bahwa dari izin yang sampai ke tingkat RT itu akan terjadi kebocoran data. Karena dari situ orang yang menjadi target survei akan ketahuan. Dan itulah yang diinginkan istana. Lantas, apa bahayanya? Ketika orang yang jadi target survei diketahui, istana akan langsung mengirim bantuan kepada target tersebut. Bagaimana caranya istana mengirim bantuannya? Bisa lewat siapa saja. Bisa lewat pejabat sipil maupun non sipil yang jadi petugas istana.
Tentu ketika mengirim bantuan mereka tidak serta merta menyerahkan. Mereka menyerahkan bantuan sambil membawa pesan agar memilih Prabowo - Gibran. Inilah yang dinamakan dengan proses penggaraman. Apakah proses itu melanggar aturan? Hehehe. Istana sudah tidak peduli dengan melanggar atau tidak melanggar aturan. Yang mereka pikirkan adalah menang satu putaran.