@EAAANNH Saya ttp menganggap Abang @WinnerWave_ sbg teman lama meski kenal melalui twitter, sdh pernah bertemu jg di soal hukum yg lain
Sy percaya Abg sll bs bekerja secara profesional
Makanya saya agak heran kok hrs di bawa ke Twitter, kl ingin info apapun saya sll bs di hub si abang 🙏🏼
Malam Bang @WinnerWave_ aku bahas sesuai yang di WA kita ya
Kl disini aku cm menjawab ini tdk ada hubungannya dgn soal Kampanye.
1. Itu bukan dapil ku
2. Ada masalah internal keluarga mereka yg aku bahas di WA dgn abang
Aku agak heran kenapa musti dibw ke Twitter ya bang ?
Setiap waktu abang pun ttp bs konfrmasi ke saya , komunikasi lancar , yang saya heran kenapa tiba2 dibawa ke X / Twitter
Sementara kasus ini kan pure dr saya yg merekomendasikan Bang Winner, krn saya percaya Abg sbg Pengacara yg pas dan cocok utk bantu kasus2 spt ini
Kalau saya harus SS semua isi chat penjelasan ke Bang Winner , saya rasa tidak perlu
Saya msh percaya utk merekomendasikan Bang Winner tetap mendampingi keluarga untuk bantuan hukum yg mereka butuhkan
Permasalahan dana yg mereka keluarkan dll sdh sya jelaskan di WA dgn abang
(HIKMAH)
Gus Dur pernah ditanya, "Gus, apa tanda-tandanya keras hati?".
Gus Dur menjawab,
"Saat melihat gereja kau takut imanmu runtuh. Tapi saat membaca Quran tak sedikitpun hatimu tersentuh".
🙏🏻
Pesan receh mas @budimandjatmiko
Untuk teman2 politisi.
Boleh dong politisi main tiktok, main YouTube dan main Instagram : Tapi jangan lupa baca buku baca koran. Medsos ibarat makanan, tapi membaca buku adalah suplemen.
Menapaki jejak kehidupan Sang Proklamator Bung Karno🫡
Kunjungan Mas Ketum Kaesang kali ini sangat menginspirasi nih. Ada yang tahu di mana?
Yap, benar di Ende, NTT.
Di setiap sudut rumah pengasingan dan taman perenungan Bung Karno ini, terpahat jejak perjuangan dalam merintis kemerdekaan negeri ini 🙌🏻
#KemerdekaanIndonesia
#PSI15
#RumahPengasinganBungKarno
#SitusBersejarah
Apakah kehausan akan kekuasaan mutlak Megawati dan Hasto akan berdampak pada peroleh suara PDIP di pemilu ini? Jawabannya akan tergantung pada kemampuan partai2 lain memanfaatkan kesempatan ini.
Wonogiri adalah kandang banteng seperti Boyolali, dimana perolehan suara partai ini lebih dari 50%. Namun dgn sistem proporsional tertutup yg ngotot mereka terapkan ini akan jadi peluang bagi partai2 lain utk mencuri suara di kandang banteng. Ingat calegnya sedang lemes sekarang
Demotivasi di kalangan caleg PDIP jelas sudah terjadi. Hingga saat ini caleg PDIP di daerah Wonogiri yg menjadi laboratorium nasional sistem proporsional tertutup internal PDIP males2an berkampanye. Untuk itu petinggi mereka menjawab diplomatis begini.
Dampak dr edaran tsb ada dua:
1. Terjadi demotivasi di kalangan caleg PDIP karena merasa percuma kampanye mahal2 tapi setelah menang belum tentu diangkat oleh partainya.
2. Terjadi kampanye brutal dr para caleg utk mengangkat Den Wadas dgn segala cara spt video dr Wonogiri ini.
Namun nafsu berkuasa PDIP yg berlebihan ditambah dgn elektabilitas Ganjar-Mahfud yg makin nyungsep membuat mereka gelap mata. Sudah ditolak di MK pun tetap ngotot diberlakukan secara internal di partai. Sehingga keluarlah edaran yg heboh ini.
Sejak lama PDIP yg katanya partai demokrasi itu memang menginginkan kekuasaan partai melebihi rakyat. Hingga muncul kasus Harun Masiku dimana PDIP ngotot Harun Masiku yg kaya harus diangkat dgn menyingkirkan kader PDIP lain yg perolehan suaranya lebih tinggi.
Jika sistem proporsional tertutup itu lolos maka politik uang akan menjadi2. Dimana partai akan berhak memutuskan siapa caleg yg berhak jadi anggota DPR berdasarkan besar2an upeti yg diberikan ke pengurus partainya.
Sistem proporsional tertutup itu memang usulan PDIP yg akan membuat partai melebihi kekuasaan rakyat. Sebab dalam sistem ini rakyat hanya memilih gambar partai lalu partailah yg akan menentukan siapa caleg yg akan ditetapkan sebagai anggota DPR.