Yg kek gini sering banget.
- Pergi ke negara woke karena toleran, inklusif, maju
- Hidup enak, tapi marah pas liat negara woke memang woke
- Timbul rasa ingin menghapuskan orang² woke karena diyakini "tidak benar"
- Ga sadar diri kalo mereka lah sumber masalah di situ
agustinus wibowo masih jadi penulis perjalanan terbaik di indonesia. satu standar tertinggi travel writing kita.
tempat-tempat yang ia datangi, manusia-manusia yang ia temu, nyaris selalu menghasilkan tulisan yang menggugah jiwa dan membuka pikiran pembacanya, setidaknya begitu bagiku.
islamis indon dikit-dikit teriak islamofobia itu kaya zionis teriak antisemitisme.
Malu dikit lah ama orang Muslim yang beneran jadi korban islamofobia, malu sama orang Yahudi yang beneran jadi korban antisemitisme
Sumpah dah, lu mau nyoret-nyoret buku kek, performative reading kek, bikin catatan setiap kali baca buku kek, gak apa-apa
Jangan dengerin orang-orang. Toh, lu yang beli bukunya, bukan mereka. Yang penting mah dibaca
Iya kan, saking rusaknya negara sampai gak ada masa depan yang bisa kita bayangkan selain bertahan hidup. Itu karena apa? Ya karena politik, gimana rasanya dapet gaji 2jt dengan kebutuhan hidup 10jt enak gak?
Karena kita butuh hidup, makanya kita butuh bersuara lebih keras.