Proker kkn gw tentang bahaya online gambling lewat simulasi web yg gw bikin sendiri jadi mereka main sambil liatin gw nyetting kapan mereka menang kapan kalah, semoga 30 an audiens karang taruna yg hadir jadi menjauhi barang ini
Polisi takut banget ada demonstrasi besar di bunderan HI karena kalau sampai bentrok mereka akan disayurin sama warga sekitar kaya di kwitang kemarin
Jadi justru harus di bunderan HI, udah ngga ada urgensinya demo di tempat yang disiapin polisi kaya DPR/patung kuda
"Dilarang menyampaikan pendapat di bundaran HI karena itu pusat aktivitas masyarakat" — Polisi
Dengan kata lain: kamu boleh menyampaikan pendapat, asal nggak di tempat yang bisa didengar dan dilihat orang lain.
Pajak kita dipakai buat ngegaji orang-orang tolol. 😂
“Kalau pada demo, macet, orang2 males keluar, apalagi sampe rusuh, kan yg rugi elo, omzet bakal turun”
Nggak, kalau suara pendemo didengarkan, pemerintah menjadi lebih baik, omzet gue akan jauh lebih bagus dibanding sekarang.
So, terima kasih buat yang lagi demo, semoga aman dan sehat selalu, semoga suara kalian sampai dan didengarkan!
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
Kindly reminder, untuk yang tidak ikut turun aksi tapi terkena dampak seperti kepadatan lalu lintas, mohon bersabar. Kita harus berterima kasih untuk yang sudah menyampaikan aspirasi dengan aksi hari ini.