Kenapa sih mahasiswa Jabodebatek yg demo selalu ingin menuju & berorasi di patung kuda?
Mungkin krn yg didemo penyuka kuda, suka joged kuda & main kuda²an kah?
Pembukaan bursa hari ini & penutupan sesi 1 yg naik sedikit. Rupiah pun cetak rekor bawah baru!
Sdh 3 hari market begini terus.
Sepertinya mau ganti Menkeu & Gub BI sekalipun gak akan menolong banyak. Ganti program² proyek bancakan dengan program yg genah baru deh kepercayaan itu datang lagi. Atau ganti Duo Koplo dulu?!?
Di dunia politik sangat biasa mengungkap sebuah skandal demi menutupi skandal yg jauh lebih besar lagi. Itu biasa disebut sbg teknik diversion atau smokescreen. Kalau bahasa filmnya, teknik "Wag The Dog".
Ingatkan kasus serangan rudal AS ke pabrik obat Al Shifa di Sudan? Itu untuk menutupi & menfalihkan perhatian publik atas skandal di Gedung Putih antara Presiden Bill Clinton dan Monica Lewinsky.
Ingat kasus penjualan senjata oleh pejabat militer AS ke Iran yg sedang diembargo dan pengakuan Kol. Oliver North utk menutupi kasus support senjata kepada Gerilyawan Contra di Nikaragua dg melibatkan talintemali kartel narkoba Columbia dan Mexico dg CIA. Pengakuan Oliver North sekaligus utk menghentika penyelidikan atas kasus Contra, mirip akrobat yg sedang dilakukan parjo saat ini atas kasus penyiraman air keras aktivis.
Serangan AS ke Iran belakangan ini ditengarai banyak pihak utk menutupi kasus Epstein yg melibatkan banyak nama besar di AS termasuk Presiden Trump sendiri.
Di dalam negeri kita juga belum lupa ingatan atas kasus video Ariel yg berjilid². Belum lagi kasus teror kolor ijo, kapak merah serta teror pocong belakangan ini. Masih belum cukup juga, mengungkap kasus bancakan proyek nasional yg terus jd percakapan publik mungkin bisa menutupi skandal yg lebih besar lagi yg sdh mulai berani dispill netijen Indonesia!
Lagian kalau memang seriusan gak mau ada korupsi di MBG, ya adanya proyek tsb saja sdh sebuah korupsi besar yg dirancang & disahkan oleh negara. Kalau emang tulus itu program buat rakyat, ya tinggal transfer langsung saja dan monitoring penggunaannya. Bukan begitu sudara?!?
Proyek membuat barisan pendukung semakin bergizi gratis ini gak bakalan lepas dari skandal & korupsi. Kalau gak mau ada korupsi cuma ada satu cara, ya hentikan proyek ini! Apalagi kini dikomandani ratu hoax. Dadan itu baru sejak jadi kepala BGN sepertinya sering membohongi publik, lha si ratu hoax penggantinya mah sdh dari orok & uratnya, biasa hidup dari jualan kebohongan.
Media² banyak yg udah jadi perek, menyusul pengamat² pas²an, politisi² pas²an &, influencer pas²an serta semua yg serba pas²an. Karena hanya orang gak punya kompetensi & narsisis yg miara orang² pas²an asal siap jilat bulu pantatnya si narsis.
Kalau pakai APBN, itu namanya kurban atau bansos?
Kalau Rp 100M buat 1098 ekor, artinya Rp 91jtan per ekor, itu beli sapi atau korupsi sapi?
Herannya, masih aja banyak yg belain. Segitunya bisa disumpal hingga rela membodohi dirinya & membiarkan agamanya dirusak?!?
Jadi sesungguhnya, mana yang dikurbankan Ibrahim/Abraham, Ismail atau Ishak?!?
Jangan gunakan emosi, gunakanlah logika untuk menjawab pertanyaan ini.
Anyway, Selamat Idul Adha bagi segenap jagad maya yang hari ini merayakannya. Semoga seluruh laku dan ibadah yg dijalankan, menjadi kurban persembahan yang berkenan bagiNYA.
Tiap deket² Sholat Ied, koq ya pas jadwalnya ke luar kota atau luar negeri ya? Takut ditanya Sholat Ied di mana?
Ini lagi bahas kehidupan seorang pilot lho ya, jgn dihubung²kan dg lain lho yaaa...
Si gembrot & si dakocan mulai main ikutan gaya gurunya si opa² rambut oranye.
Umumin kebijakan ngawur²an, market panik & kzl - index jeblom - serok bawah - tunda/batalin kebijakan.
Ngehek kan gaya mainnya...
Sudah ada wind fall tax, masih juga mau bikin lembaga rente baru ngurusin ekspor.
Emang si gemoy gak pernah cukup nafsu makannya. Kasih aja yg banyak makannya lah biar cepet...
Orang² pemalas & culas yg gak punya kompetensi serta bermental maling lebih suka punya bos yg bloon & gampang dibodohi, utamanya gampang dibodohi soal uang. Orang Betawi bilang gampang diklecein.
Jadi paham kan sekarang kenapa banyak yg milih dua orang bloon itu jadi bosnya.
Guys, lu pada tahu enggak ada yang baru terjadi di Indonesia yang menurut gue gila banget?
Bukan soal rupiah.
Bukan soal korupsi triliunan.
Bukan soal pejabat mewah.
Ini soal Josepha Alexandra siswi SMAN 1 Pontianak
yang viral beberapa waktu yang lalu
ada cerita dari keluarga
beberapa waktu setalah pulang dari lomba itu
banyak nomor asing masuk ke WhatsApp-nya.
Pesannya begini:
"Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi."
Seseorang atau sekelompok orang yang tidak mau diketahui identitasnya, mengancam anak SMA lewat WhatsApp. Minta dia hapus video. Ancam somasi.
Siswi SMA.
Diancam somasi.
Karena mempertanyakan ketidakadilan di lomba cerdas cermat.
Dan ini yang paling menyayat hati dari seluruh kejadian ini:
Josepha stres berat.
Hari-hari tidur terus.
Pendiam.
Berubah drastis.
Dan di tengah semua tekanan itu dia bertanya kepada kakaknya:
"Kak, apa aku harus minta maaf?
Katanya aku yang bikin gaduh..."
Baca itu sekali lagi.
Anak yang diperlakukan tidak adil yang diancam lewat WhatsApp oleh pihak tak dikenal malah bertanya apakah dia yang harus minta maaf.
Karena sistem berhasil membuatnya merasa bahwa dia yang salah.
Bahwa dia yang bikin masalah.
Bahwa keberaniannya mempertanyakan ketidakadilan adalah sebuah kesalahan yang perlu dimintakan maaf.
Dan sementara Josepha stres di rumah apa yang dilakukan juri yang kontroversial itu?
Status WhatsApp-nya bocor ke publik.
Isinya: "Nggak akan bikin gue jatuh!"
Orang yang keputusannya dipermasalahkan pamer kekayaan di status WhatsApp.
Sementara anak yang mempertanyakannya stres dan tidur terus di rumah.
Ini bukan soal menang kalah lomba:
Ini soal apa yang terjadi ketika seorang anak muda Indonesia berani bersuara.
Josepha tidak melakukan apa-apa yang salah.
Dia mempertanyakan keputusan yang tidak konsisten.
Itu bukan bikin gaduh.
Itu adalah hak dasar setiap peserta dalam kompetisi apapun di seluruh dunia.
Tapi di sini itu direspons dengan ancaman.
Dengan intimidasi.
Dengan pesan WhatsApp dari nomor asing yang memintanya diam.
Dan pertanyaan yang belum dijawab sampai sekarang:
Siapa yang mengirim pesan ancaman itu?
Dari nomor asing.
Mengatasnamakan siapa?
Dengan kewenangan apa untuk melayangkan somasi?
Kalau memang tidak ada yang salah dalam lomba itu kenapa harus ada ancaman?
Kenapa video harus dihapus?
Kenapa tidak cukup dengan klarifikasi terbuka?
Yang minta video dihapus adalah orang yang takut video itu terus ditonton.
Yang takut kebenaran terus beredar.
Josepha hafal konstitusi sampai tidur komat-kamit. Dia mempelajari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dengan serius dan penuh dedikasi.
Dan pengalaman pertamanya mempraktikkan nilai-nilai itu di hadapan lembaga negara adalah ini: ancaman WhatsApp dari nomor tak dikenal.
Tekanan untuk diam.
Pertanyaan di dalam hatinya apakah dia yang harus minta maaf.
Kalau anak sekecil Josepha saja sudah diajarkan bahwa kejujuran itu berbahaya kita tidak perlu heran kenapa generasi berikutnya memilih untuk tidak peduli.
Kita yang mengajarkan mereka untuk tidak peduli. Dengan cara seperti ini.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan berita https://t.co/NzjIn3zG4K 16 Mei 2026. Kasus masih dalam proses penanganan MPR RI. Identitas oknum yang melakukan intimidasi belum diungkap resmi.
Prabowo emang orang desa, krn Hambalang itu desa/kampung yg deket Jakarta. Tapi yg punya tanah di situ orang² super kaya, rumahnya tipe 21 semua, 2 hektar 1 rumah. Jadi boonglah, kalo orang² desa Hambalang gak butuh dollar. Prabowo sendiri & the boys selama 1.5tahun aja udah makan berapa juta dollar dg jalan² & ena² ke luar negeri?