Chat ART ku yg mau berenti kerja karna merasa ga ada kerjaan 😂 Dirumah aku cuma berdua sama suami, dan rumah kami ga besar, mungkin dikerjain sendiri masih bisa, tapi mba ku ini orangnya riang lucu dan apik, sopan, mau ambil apapun dia nanya, ga mau banget kalo dia pergi dari rumah 🩷
@choemutaqin@westblueid_@sahasia2222 Setiap pertandingan tetap ada pengawasan dari AFC, maksud poin ke 2 adalah kalau dipertandingkan kedua ada pelanggaran maka saksi tanpa penonton di kandang akan aktif berlaku selama 2 tahun, tapi lamun aman artinya pertandingan ke 3 dst boleh ada penonton
Sudahi perdebatan kawan, Gol Beckham Putra Nugraha layak diapresiasi! No Debat!!
- Pergerakannya menerima assist manis manja dari Ole Romeny
- Masih sempat melakukan Body Feint one on one dengan kiper sebelum finishing dingin 🧊❄️
🎥 @my_supersoccer
Biasa dipanggil prof dengan gelar seabrek, tapi ambil sumber tidak jelas untuk memuaskan hasrat kebenciannya, terus kalau followernya ikut maki² dan membenci siapa yg tanggung dosanya??
Teror DI/TII di Cililin
Amar Sudarman (89 tahun) masih mengingat masa-masa kelam di kampungnya. Gerombolan DI/TII mengganggu keamanan Kewedanaan Cililin –kini menjadi beberapa kecamatan di Kabupaten Bandung Barat.
Mereka melakukan kekerasan, penjarahan, pembakaran, hingga pembunuhan. Untuk menumpas DI/TII, Amar ikut bergabung dalam Organisasi Keamanan Desa (OKD).
“Di sini kosong. Tentara kita [Divisi Siliwangi] hijrah ke Yogyakarta. Yang mengisi di sini dan sekitaran Bandung namanya Batalyon 22 Djaja Pangrengot,” ujar Amar.
Batalyon 22 dipimpin Mayor Soegih Arto bermarkas di Kewedanaan Cililin –mencakup Kecamatan Cililin, Gununghalu, dan Sindangkerta. Sementara DI/TII yang beroperasi di kawasan Cililin dipimpin oleh Ahmad Sungkawa.
“Tadinya satu-dua yang datang ke rumah. Semuanya takut dengan Tentara Islam. Jadi, apapun diberikan kepada mereka, termasuk jagung. Mereka bergerombol sekitar seratus orang,” ujar Amar.
Teman Amar bernama Sahma menjadi salah satu korban keganasan DI/TII. Dia dibunuh hanya karena memakan salah satu jagung yang akan diberikan kepada gerombolan DI/TII. Selain rakyat, pejabat juga menjadi korban DI/TII, yaitu Hajati Gandaprawira, wedana Cililin.*
Baca artikel selengkapnya https://t.co/xx2fWjvTFE
@kamto_adi Kan kamu sebagai yang punya pangkat lebih tinggi. Gak perlu lapor sana lapor sini ribet. Kamu tinggal telpon rekan rekan seangkatan kamu kan udah bisa di proses hukum