@tempodotco Jangan jahat2 sama orang miskin. Mereka gak maling duit rakyat, gak nebang pohon di hutan, gak ngerusak alam dgn nambang, bukan mrk yg bikin banjir. Mereka cuma mau cari makan dan hidup aman yg gak bisa kalian jamin sebagai pejabat.
@MariaAlkaff_ Ini orang motivasi nya jadi presiden apaan dah? Kok semua statemen nya ngawur semua begini kaga ada yang inline sama statemen jaman pemilu
Turun aja udah prabss
A father rescued his twin babies using a split drum. Amid the floods that struck on Wednesday (November 26, 2025), creativity and courage combined to save their children's lives.
The heroic act was captured in Langsa City, Aceh
#NATIONALDISASTER
A heartbreaking story emerged amid the flash floods and landslides that struck Aceh. A father in Celala District, Central Aceh, forced himself to walk through the forest, landslide sites, and mountain slopes while carrying his sick baby who needed oxygen. Jamuri, the father, even had to wade through a 4-meter-deep river on a makeshift raft before finally making the 3-hour journey to the Aceh Regional Hospital.
I hope you get well soon and be healthy again😢
ACEH
Peta ini memperlihatkan bahwa banjir besar yang melumpuhkan Aceh terjadi di wilayah yang salah satu konsesi hutannya dimiliki langsung oleh Prabowo Subianto melalui PT Tusam Hutani Lestari, perusahaan HTI yang menguasai sekitar 97 ribu hektare hutan di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, dan Aceh Utara.
Konsesi milik Prabowo ini berdiri berdampingan dengan puluhan izin tambang, HTI, HPH, dan kebun sawit berskala raksasa yang bersama‑sama menggerus tutupan hutan di pegunungan dan hulu sungai, merusak daerah tangkapan air, dan melemahkan kemampuan alam menahan limpasan hujan.
Banjir yang menerjang baru-baru ini datang ketika curah hujan ekstrem turun di kawasan yang sudah lama dikapling izin-izin tersebut, sehingga air hujan tidak lagi tertahan oleh hutan dan tanah yang sehat. Air mengalir deras membawa lumpur dan kayu ke pemukiman, menjadikan banjir bandang di Aceh sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir, menenggelamkan ribuan rumah dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
Wilayah yang disorot dengan garis ungu di peta—Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Gayo Lues hingga Aceh Singkil—adalah kabupaten dengan banjir terparah yang resmi berstatus siaga darurat. Di banyak titik, penjelasan resmi memang menyebut luapan sungai setelah hujan lebat berhari‑hari, tetapi peta ini menambahkan lapisan fakta lain: hulu sungai yang sama sudah dibebani 30 izin tambang minerba seluas lebih dari 132 ribu hektare ditambah konsesi kayu dan HTI yang membentang hingga ke batas permukiman.
Salah satu contoh yang paling menonjol adalah kawasan Linge di Aceh Tengah, tempat PT Tusam Hutani Lestari menguasai hampir 100 ribu hektare hutan dan telah lama diprotes warga karena merampas ruang hidup mereka dan mengubah hutan adat menjadi kebun industri pinus.
Dengan demikian, bencana ini bukan hanya soal hujan dan alam, tetapi juga soal kepemilikan lahan raksasa oleh elit politik, termasuk presiden, yang ikut menentukan seberapa parah air bah menerjang kampung‑kampung di hilir.
@feelinluckygurl@brigitta_hadid Gw pernah servis motor begini emang sengaja gw sisain bensin dikit, tapi pas ambil keesokannya di nota ada item bensin 2 liter wkwkw, pas gw cek kaga ada nambah nambah nya acan
Bangke emang 😂😂
tapi kasus tumbler ini membuat gue sekali lagi mengingatkan untuk tidak membeli barang yang harganya ga bisa lu beli 3biji in a span of short time, karena kalo punya barang yang bagi standard lu sendiri 'mahal banget' it will lead to a tendency untuk menuhankan benda tsb
Jujur, beberapa kali pernah mau ke warung/kafe tertentu lalu mikir, “Duh, ga bawa cash sama sekali. Ga ada duit buat parkir. Ga jadi deh.”
Segitu ngaruhnya tukang parkir liar ke bisnis orang lain.