Tanggal 15 Juni 2026, saat MBG digugat ke MK, BGN melakukan RDPU dengan Komisi IX secara tertutup. Ternyata Tahun Anggaran 2027 mereka akan tetap menggunakan anggaran pendidikan.
Fix harus dilawan.
*Paparan aslinya menggunakan wajah anak, saya buramkan.
Sawah milik sendiri.
Dirubah jadi tambak udang modal sendiri.
Apanya yg salah?
Seorang pria di Batang ditangkap dan jadi tersangka karena merubah sawah miliknya jadi tambak udang.
@Yusrilihza_Mhd@ListyoSigitP
Yang menjijikkan dari skandal di Badan Gizi Nasional bukan hanya dugaan korupsinya. Namun juga cara banyak pejabat dan elite politik tiba-tiba berbalik arah setelah kasus itu meledak.
Ketika MBG diluncurkan, kritik hampir tidak diberi ruang. Setiap pertanyaan tentang anggaran, tata kelola, kesiapan infrastruktur, transparansi pengadaan, hingga risiko kebocoran dana dianggap sebagai sikap anti-pemerintah atau tidak mendukung perbaikan gizi anak. Buzzer dikerahkan, bahkan militer meneror ortu yang mengeluhkan kualitas MBG. Padahal sejak awal MBG adalah program raksasa dengan anggaran yang terus membengkak, bahkan menjadi salah satu pos belanja terbesar negara.
Saat itu, banyak pejabat berlomba-lomba menjadi juru bicara program. Mereka memuji tanpa reserve. Mereka menjual optimisme, mengulang slogan, dan menampilkan keberhasilan yang jauh dari terbukti. Kritik dianggap musuh dan antek asing.
Kini, orang-orang yang dulu paling keras membela program mendadak menjadi pengkritik. Mereka berbicara tentang perlunya evaluasi, pengawasan, audit, dan transparansi. Seolah-olah mereka tidak pernah menjadi bagian dari barisan yang membungkam pertanyaan-pertanyaan itu sejak awal.
Fenomena ini menunjukkan moral
hazard.
Inti perdebatan Fahri vs Feri:
Fahri (dalam istana):
- Prabowo punya niat baik, percaya dia akan berubah
- Demo boleh tapi jangan samakan dengan 1998
- Sistem demokrasi sudah lengkap, pakai jalur hukum saja
Feri (luar istana):
- Niat baik tidak cukup, yang dilihat adalah kebijakan nyata
- Situasi sekarang justru sedang menuju balik ke masa lalu
- Militer masuk ruang sipil, DPR tidak lagi independen
Titik paling beda pendapat:
Fahri: percaya presiden
Feri: percaya data dan fakta lapangan
Fahri: masuk istana untuk perbaiki dari dalam
Feri: di luar justru lebih bebas mengkritik
Keduanya sama-sama aktivis 98,
sama-sama bilang cinta Indonesia
tapi satu sudah nyaman di dalam kekuasaan,
satu masih gigih di luar.
Yang satu jaga image presiden,
yang satu jaga suara rakyat.
Yang menarik untuk didiskusikan:
Apakah aktivis yang masuk istana masih bisa kritis atau otomatis jadi pembela?
Maret 2026.
Mitra MBG bernama Hendrik Irawan viral joget-joget sambil pamer dapat Rp6 juta per hari.
Publik marah. BGN menegur. Dapurnya disuspend.
Tapi berhenti dulu. Mari ikuti angkanya.
BGN dalam siaran pers resminya mengkonfirmasi:
insentif Rp6 juta per hari memang hak setiap mitra SPPG.
Diatur dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025.
Berlaku untuk semua 27.735 dapur yang aktif.
Tetap cair meski sekolah libur, cuti bersama, atau dapur di-suspend sekalipun.
Hitung sendiri:
Rp6 juta × 27.735 dapur = Rp166 miliar per hari× 313 hari operasional = ~Rp52 triliun per tahun , hanya untuk insentif fasilitas, belum bahan makanan, belum operasional
Total anggaran MBG 2026: Rp268 triliun dari APBN , sekitar 7% dari total belanja negara. Tidak ada program makan sekolah di negara mana pun di dunia yang menyedot porsi APBN sebesar ini (rata-rata global: 0,1–0,5%).
Hasil programnya:
a. 37.270 anak keracunan sejak Januari 2025 (JPPI, Mei 2026), tersebar di 31 provinsi
b. Mayoritas SPPG belum bersertifikat laik higiene sanitasi
c. Program berjalan tanpa Perpres, tanpa audit independen yang bisa diakses publik
Masalahnya bukan Hendrik yang joget.
Hendrik satu dari 27.735 mitra yang menerima insentif yang sama dari sistem yang sama.
Yang patut dipertanyakan bukan orang yang joget di depan kamera.
Yang patut dipertanyakan adalah: siapa yang merancang sistem di mana Rp268 triliun uang pajak rakyat mengalir lewat puluhan ribu dapur swasta tanpa transparansi, tanpa Perpres, tanpa audit publik , sementara 37.270 anak sudah jadi korban keracunan dan program ini tetap jalan?
Madilog: ikuti logika angkanya. Bukan jogetnya.
Tolong... buat yang di lapangan rajin2 dan rame2 upload video di sosmed atau kirim wa ke orang terpercaya krn komendigi bener2 memblock upload2an video ttg dem0. Takutnya, klo ada an4rkis, kita gak punya buktinya
ciri ciri komentar buzzer dalam topik ini:
- kalian nya aja yang miskin
-demo doang kagak ngasih solusi lu
-kan ada pertalite
-halah, palingan juga pendemonya gak pernah pake pertamax
-dasar bayaran asing
-antek2 aseng (soros, 9 naga, mamarika, singapura, dsb)
- mahasewa dari mana nih
Balita berumur 2 th meninggal dunia, setelah mengkonsumsi MBG.
Diketahui 63 balita dan ibu mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua desa di Kecamatan Leles Cianjur. Sebagian besar kembali pulih, tinggal beberapa orang masih menjalani perawatan
Daftar profesi yang terang-terangan dilecehin marwahnya karena kehadiran embege sejauh ini:
- Guru ✅
- Nakes ✅
- Pegawai Dinkes ✅
- Ahli Gizi ✅
- Jajaran Pegawai BPOM ✅
Maaf, ada kabar keracunan embege di Jetis, Bantul, DIY sekira 2 hari lalu. Korbannya mencapai 80 orang, mencakup murid dan guru. Ini faktual, akan kami dengungkan beritanya segera. 🙏🏻
Seorang gadis remaja asal Desa Rubit, Kec. Hewokloang, Kab. Sikka ditemukan tak bernyawa di sebuah lokasi berjarak 5 km dari kampungnya.
Dara muda bernama Stefania saat ini berusia 14 tahun dan duduk di Kelas 2 SMP. la dinyatakan hilang sejak tanggal 20 Februari 2026 dan baru ditemukan 23 Februari.
Korban diduga dibunuh oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan motif yang masih didalami. Jenazahnya ditemukan tersimpan di dalam karung, diduga dibun2 baru dibuang
Kejadian bermula saat FRG dan Noni makan durian bersama. Setelah itu, FRG memaksa Noni HB. Usai melakukan keksn sksual, Noni berusaha menghubungi orang tuanya untuk menceritakan apa yang baru dialaminya. Mendengar hal itu, FRG panik lalu merampas ponsel Noni hingga terjadi pertengkaran. FRG yang kalap kemudian mengambil senj*ta taj*m yang digunakan untuk memotong durian dan menggunakannya untuk meng4n1aya Noni hingga meninggal dunia.
Polres Sikka telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus kematian Noni (14 tahun), siswi SMPK Mater Boni Consili Ohe, Kabupaten Sikka. Peran Masing-Masing Tersangka
FRG (tersangka utama): menghbsi nyawa korban menggunakan benda tajam.
VS (kakek FRG, 58 tahun): menyembunyikan bnda tajam dan memindahkan jasad dari lokasi awal ke lokasi lain.
SG (ayah FRG, 44 tahun): menggerakkan VS dan FRG untuk menghilangkan barang bukti dan memindahkan jasad.
VS dan SG ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 5 Maret 2026. Penyidik Polres Sikka bersama Jaksa Penuntut Umum akan melanjutkan rekonstruksi dan membuka peluang penambahan tersangka baru.
Breaking: Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto ditandai dengan meningkatnya jumlah deforestasi di Indonesia.
___
Riset lembaga Auriga Nusantara mencatat 433.751 hektare hutan gundul sepanjang 2025. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.