Suatu siang di Poli. Seorang ibu berusia tiga puluhan masuk sendirian, wajahnya pucat, jemarinya tampak tremor halus.
“Ibu, silakan duduk, apa yg terasa?” tanya saya sambil terus memperhatikan caranya memegang kursi dan duduk.
Ia menghela napas cepat. “Dok, Dada saya berdebar, perut rasanya melilit, napas saya terasa pendek… tangan saya tak berhenti gemetar. Rasanya seluruh tubuh saya tercengkram sesuatu.”
Saya cek tanda2 vital yg sudah diperiksa perawat, tekanan darah, nadi, juga saturasinya. Semua normal. Saya minta ibu ke bed pasien lalu izin memeriksa fisiknya, setelah beberapa saat saya menutup stetoskop dan menatapnya lembut.
“Semua tanda vital ibu bagus. Jantung dan paru bekerja normal. Gerakan usus normal.” Saya berhenti sejenak, memberi ruang agar kata-kata saya meresap. “Sepertinya yang ibu rasakan sering muncul mendadak ya. Tubuh seperti terasa terancam, padahal tidak ada bahaya nyata.”
Matanya membesar. “Iya Dok, kambuh2an, saya capek dok. Gak bisa ngapa2in klo lagi gini”
Saya tersenyum. "Apa yang membuat ibu khawatir berlebih sampai cemas menyeluruh seperti ini?"
Ibu itu menunduk, "Masa Depan, dok."
Saya menghela nafas, ini memang kekhawatiran kita bersama. Tapi saya memutuskan tidak menanyakan lebih lanjut, saya ingin fokus membantu saja, "Baik ibu, dipahami, dimengerti."
“nanti obat yang saya resepkan akan membantu, tapi agar tidak terus berulang, ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan di rumah. Ini juga hal2 yang saya lakukan kalau sedang cemas.”
Saya duduk sedikit tegak.
“Ibu Coba bayangkan napas seperti gelombang. Ibu Tarik napas lewat hidung empat detik, tahan napas tujuh detik, lalu hembuskan perlahan delapan detik. Ritme ini menenangkan saraf,” ujar saya sambil memperagakan dengan pelan.
Ibu mengikuti, dadanya terangkat dan turun lebih teratur.
“Lalu, jangan mager, ibu gerakkan tubuh. Jalan sebentar, peregangan sebentar, atau olahraga ringan. Sampai Keringat keluar. Karena keringat yang keluar itu seperti melepaskan energi negatif." Ibu mengangguk-angguk.
"Saat cemas datang tiba-tiba, kita gunakan 'grounding technique.' Ibu Lihat lima hal di sekitar, misal pohon, mobil, gedung, trus sentuh empat benda sekitar, misal meja, kursi, trus fokus cari dan dengar tiga suara misal kicauan burung, detak di jam dinding, setelah itu hirup dua aroma misal bunga atau parfum, lalu rasakan satu rasa, misal makan buah. Cara ini akan menambatkan pikiran kembali ke tempat ini dan masa sekarang.”
Wajahnya mulai melunak. “Seperti menarik diri kembali dari pusaran masa depan.” katanya.
Saya mengangguk. “Betul. Selain itu, kalau bisa tulis isi kepala di buku. Biarkan semua yang berputar itu mengalir jadi kata. Dan jangan lupa, Dengan begitu, tubuh lebih mudah tenang.”
Ia tersenyum tipis, seolah pundaknya turun yang semula kaku kini tampak lebih ringan.
“Terima kasih ya, Dok. Saya coba nanti di rumah.”
"Sama-sama,ibu. Semangat yaa." Saya lalu menutup catatan medisnya di komputer sambil berdoa, “semoga tubuh dan pikiran ibu berhasil kembali ke rasa aman.”
@pamjaya_dki pagi. Ini air di kawasan Pulogebang Jaktim masih mati? Menurut info cuman sampe jam 6 pagi aja matinya, ini sdh jam 7. Coba gimana ini ya?
Yasudahlah. Cukup tau aja yaaa kamu xyz. Toh apalah arti 1 nasabah kayak gue kan gaada artinya sama kayak tadi gue dateng juga diperlakukan ‘kecil’, apalagi sama mas2 satu itu, mengedukasi tapi kok nyeleneh sih mas. Semoga mas nya banyak bgt deh saldonya jd gak direndahin org .
Hari ini ke salah satu bank swasta yg terkenal dengan kualitas pelayanannya, tapi beda ya hari ini kesana full kecewa bahkan dari awal masuk, yaudah kesana-sana nya udah males. Apa karena gue kesana pake motor, pake sendal aja, trus boleh ya begitu hehe bye deh.
Sebelum kejadian ini gue sgt meng agung2 kan bank ini karena gue sepuas itu sama pelayanannya waktu di daerah Jaksel sana. Kenapa pas hari ini gue ke cab Ujung Menteng jadi begini yaa 😌
Mau twit lagi. Di following IG ku jg lg banyak cari ART. Huhu paham bgt pusingnya.. Semoga pada dapet yg cocok deh apalagi kalo urusannya buat jaga anak. Eh mungkin itu doa buat diri sendiri jg kali ya… yaudah deh doa dulu 🤲🏼
Lg srg liat bbrp following IG ku main ke Novus Jiva Anyer. Jadi kangen. Kayaknya baru kali ini bisa kangen sama hotel gitu2. Apalagi teh Aya bisa seinget itu jg dr bbrp hotel yg pernah kita datengin.. Kan berarti emg bagus jg menurut anak2. Smg ada rejekiNya kesana lagiii 🫶🏼