lu semua nyadar gasih apa yg paling jahat dari rezim skrg? ngebuat masyarakat kecil bergantung sama 1 program brengsek yg ngebuat sebagian dari mereka mikir “kalo gue ambil, bertentangan dg hati nurani, kalo ga gue ambil gue makan apa di hidup yg serba susah ini”
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Your kindness touched many lives,
and your presence will always be remembered.
Thank you for every story, contribution, and kindness.
Rest in love.
Halo, aku minta tolong siapa tau klin ada yg trtrik sm produk buatan Ibu dan Bapak aku. kbtlan skrng lgi sepi orderan & kami kesusahan untuk bayar tagihan listrik. Kmi jual shrga 3rb/pcs. krn ini drurat jdnya dijual sbnyk 300pcs (bisa nego harga dikit) siapa tau ada yang tertarik
terus kalo anak-anaknya sekolah dimana? dengan keadaan seperti ini
di TENDAAAAA! sekali lagi, di tenda!!
panas banget dan ini semua kelas digabung😭💔
buku pelajaran mereka juga hanya satu, karena sisanya hanyut…….
DARURAT: 4 Jurnalis dan WNI ditangkap militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
JAKARTA - Angkatan Laut Israel mencegat secara sepihak 39 kapal bantuan kemanusiaan sipil yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotila 2.0 menuju Gaza.
Berdasarkan data manifes lapangan dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dan Dewan Pers, terdapat empat jurnalis asal Indonesia serta satu delegasi kemanusiaan yang turut ditangkap dan ditahan dalam operasi militer tersebut.
Situasi di laut lepas saat ini berada pada tingkat kedaruratan tinggi.
Pencegatan bersenjata terjadi di perairan internasional dekat Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza.
Sebelum seluruh jalur komunikasi diputus total oleh militer Israel, jurnalis Republika, Bambang Noroyono, yang berada di kapal BoraLize, sempat mengaktifkan protokol pesan SOS setelah kapal mereka dikepung armada tempur Israel dari jarak seratusan meter.
Selain Bambang Noroyono, tiga jurnalis Indonesia lainnya berada di kapal Ozgurluk, yaitu Thoudy Badai (Republika), Rahendro Herubowo (iNews), dan Andre Prasetyo Nugroho (Tempo TV). Sementara itu, satu warga negara Indonesia lainnya atas nama Andi Angga Prasadewa, yang merupakan delegasi kemanusiaan dari GPCI Rumah Zakat, berada di kapal Josef.
Sesuai dengan protokol keselamatan resmi pelayaran Global Sumud Flotila, sebuah rekaman video dari jurnalis Tempo TV, Andre Nugroho, otomatis dirilis oleh akun resmi Tempo ke publik. Rekaman tersebut merupakan video cegat darurat yang berfungsi sebagai alarm resmi dan instrumen hukum apabila peserta misi kemanusiaan terkonfirmasi diintersep di laut lepas untuk meminta atensi internasional.
Juru Bicara 1 Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi sedikitnya sepuluh kapal dalam armada ini telah ditangkap sepihak oleh militer Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Otoritas Kemlu RI menegaskan saat ini pemerintah tengah menyiapkan langkah kontingensi, koordinasi pelindungan, serta mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional tersebut.
BNFI bersama jaringan relawan jurnalisme warga menyatakan sikap resmi:
-- Mengecam keras pencegatan bersenjata dan penahanan ilegal militer Israel terhadap jurnalis serta warga sipil di perairan internasional.
-- Mendesak Kemlu RI segera memimpin diplomasi darurat lintas negara untuk memastikan keselamatan dan pemulangan seluruh WNI.
-- Menuntut jaminan akses logistik bantuan kemanusiaan Global Sumud berupa makanan dan obat-obatan agar tetap tersalurkan ke Gaza sesuai hukum humaniter internasional.
-- Meminta warga linimasa mengawal isu ini secara masif demi keselamatan jurnalis dan relawan di lapangan. Keselamatan warga negara adalah harga mati.
FREE PALESTINE!
Redaksi BNFI