Menurut gue sih, mereka salah. Tapi reaksi kampusnya juga berasa kebablasan. Orang ciuman di perpustakaan, bukan korupsi dana kampus.
Yang bikin gue lebih concern justru efek domino setelahnya. Nama udah tersebar, keluarga kena imbas, pertemanan berubah, masa depan akademik bisa berantakan. Hukuman selesai dalam hitungan bulan, tapi jejak digital dan stigma bisa nempel bertahun-tahun.
Kalau sampai beneran DO, ya semoga mereka bisa lanjut kuliah di tempat lain, beresin hidup pelan-pelan, cari kerja yang baik, dan move on. Kadang satu-satunya cara buat mulai dari nol adalah pergi dari lingkungan yang udah keburu ngecap lo seumur hidup karena satu kesalahan.
Boleh kasih sanksi. Tapi kalau sampai hidup dua orang harus dihancurin demi jadi efek jera, itu namanya bukan edukasi lagi, tapi tontonan.
Masalahnya tuh karena ciuman di ruang publik dan akademik atau karena mereka gay? Dari reaksi org2 sih kelihatan banget ya banyak yang lebih marah sama poin kedua
the way yang nyorakin are all men. men's ego are so fragile that the sight of two men kissing immediately destroys their perception of masculinity. and don't get me started by the fact that yg lebih disorakin pasti the femme one 😒
Gua prediksi, pelaku ciuman gay anak pnj akan lebih kena “sanksi sosial” dibandingkan pelaku ks fhui.
Padahal secara dampak sosial, jauh lebih merugikan yang ks fhui. Sadis, sadis.
loh tapi katanya yang dikecam perilaku asusila di tempat umumnya? kok posternya isinya mempermasalahkan orientasi seksual?
jadi yang bener pelaku di-DO karena ciuman di perpus atau karena dia gay?