Padahal maksud si kakaknya tuh "lu mending fokusin ke pemerintah dibanding queer, liat nih gara gara lu pada ilang fokus jadi begini", tapi orang orang lebih milih mikir "emang kalo.."
gue pribadi nggak membenarkan public display of affection yang berlebihan di area kampus, regardless of sexual orientation. mau itu pasangan heterosexual maupun homosexual, kalau sampai making out di ruang publik kampus ya memang bisa dianggap melanggar norma atau aturan yang berlaku di lingkungan tersebut. tapi yang bikin gue nggak nyaman adalah apa yang terjadi setelahnya.
mereka direkam tanpa consent, videonya disebarkan, diarak, dijadiin tontonan, bahkan sampai di-live di tiktok and instagram. orang tua nya dipanggil, ada sidang, lalu muncul tekanan publik dari sebagian mahasiswa agar mereka di drop out. honestly, that feels way too much.
kalau memang ada pelanggaran, kampus punya mekanisme sendiri untuk nanganinya. kasih teguran atau sanksi sesuai aturan yang berlaku. tapi ketika seseorang dipermalukan di depan banyak orang dan dijadikan konsumsi publik, itu tuh udah mulai bergeser dari penegakan aturan menjadi public shaming.
dan menurut gue kita juga harus jujur melihat konteks yang lebih besar. indonesia memang bukan negara yang ramah sama komunitas homoseksual. karena itu, kasus seperti ini sering kali tidak hanya dipandang sebagai persoalan perilaku di ruang publik, tetapi juga bercampur dengan sentimen terhadap orientasi seksual mereka.
again, gue nggak sedang membela tindakan PDA di kampus. tapi gue juga nggak setuju kalau pelanggaran tersebut dijadikan alasan untuk mempermalukan seseorang secara massal. a rule violation should be handled through proper procedures, not through humiliation.
the punishment shouldn't become a public spectacle. Karena ketika tujuan utamanya udah bergeser dari penegakan aturan menjadi mempermalukan seseorang di depan umum, itu justru mulai terlihat seperti collective bullying daripada penyelesaian masalah.
at the end of the day, seseorang bisa aja ngelakuin kesalahan, tetapi mereka tetap manusia yang berhak diperlakukan dengan hormat dan bermartabat. accountability is important, but so is basic human dignity.
Buat lu POLITEKNIK NEGERI JAKARTA a.k.a PNJ kok bisa sih se MASIF itu, pelaku KS ga di tegasin dan gada transparansi sampe korban ga dapet keadilan sampe sekarang, giliran kasus kissing GERCEP, sampe mahasiswa di DO, eh pelaku KS malah di BELA oleh BEM dan HIMA, LMFAO🤣🤣🤣
@daekawa replynya pada so edgy, tinggal di negara mayoritas islam dan menjunjung ideologi pancasila lalu memilih jadi gay aja udah salah. ini malah terang terangan jadi GAY dan ciuman di LINGKUNGAN PENDIDIKAN.
@__YHWH___@akunpreloved123@urfaviceteaa@UNDIP_FESS maaf kak izin nimbrung, justru karena itu pendapatmu doang tanpa teori ya jadinya kamu cuma berlandaskan perasaan. mereka dimusnahin karena emang bukan spesies endemik sini dan gada predatornya, trs jadi invasif dan ganggu ekosistem. revitalisasi sungai pun gak sesederhana itu