Ternyata sering mencemaskan masa depan secara berlebihan bisa membuat kondisi kesehatan mental kita jadi tidak baik.
Jadi bila kita sering khawatir secara berlebihan, maka kita akan cenderung memandang hidup dengan lebih pesimis. Akibatnya, kondisi kesehatan mental kita, seperti emosi, motivasi, serta cara kita memandang hidup akan terpengaruh, sehingga kualitas kesejahteraan hidup kita akan terganggu.
Beberapa strategi untuk menurunkan kecemasan kita terhadap masa depan antara lain:
-Kurangin pemikiran pesimis, dengan merencanakan sesuatu yang kita tuju atau mau lakukan dengan lebih baik
-Latih harapan dan perspektif positif di kehidupan sehari-hari dengan menulis 3 hal yang kita syukuri hari ini
-Ikuti cognitive behavioral therapy bila dibutuhkan
Semoga bermanfaat!
Sumber:
The relationship of future anxiety with a multidimensional framework of well-being among undergraduate students: optimism and pessimism as mediators
@karirfess hutan pinus mangunan, nanggulan kulon progo, soto bathok kalasan, ledok sambi, kali kuning, nawang jagad.
masih banyakk lagii ka, karena jogja BUKAN malioboro doang
Sebuah kaidah yang sangat bermanfaat bagi penuntut ilmu: "Segala sesuatu yang sebab melakukannya ada di zaman Rasulullah, namun ternyata beliau tinggalkan, maka beribadah dengan hal itu adalah bid'ah" (Ibnu Utsaimin, Syarhul Mumti' 5/12)
Dr. Ibrahim Al Makhlaf
karena saat kita merasa banyak uang (karena Allaah), itu juga bisa jadi ujian.
bisa atau ga kita jadi lebih..
misal: memperbanyak sedekah, rajin ke majelis ilmu, menambah amalan sunnah dll
klo mau bilang pendapatan bulanan ga cukup, barangkali semua orang bakal bilang begitu.
tapii, akan terlihat berbeda klo pendapatan yang "terlihat ga cukup" itu, disikapi dengan banyak banyak bersyukur.