Aku 33th, sudah menikah dan beda rumah dengan orang tua. Di suatu pelatihan, laptopku ketinggalan di rumah, sementara rumah sedang kosong. Aku telepon bapak, minta tolong ambilkan laptopku di rumah untuk diantarkan ke tempatku, karena beliau pegang kunci cadangan rumahku.
Aku bilang pake kurir ojol aja gapapa. Tapi bapakku antar sendiri pakai Supra X nya, menunggu di pinggir jalan depan gedung pelatihan, bawa ransel berisikan laptopku. Sepanjang pelatihan mataku basah.
cc:threadtitislia
yep, bisa jadi.
karena dia bukan lgbt. malah dia ISTRI NABI loh. istri nabi.
tapi karena dia tidak mengingkari perbuatan kaum sodom, malah mendukung mereka dgn cara cepu ada tamu tamu Nabi Luth yg ganteng di rumahnya.
so beware ya temen temen muslim. sekelas istri Nabi aja kena adzab karena mendukung. apalagi kalo kita jg malah ikut jd fujo dan konsumsi media media/produk bl?
semoga Allah jaga kita semua🥲
seharusnya UKT anak PNS dikecilin, bagaimanapun PNS itu kebanyakan masuknya ke middle class, apalagi yang di bawah golongan 4 & ga megang jabatan. gaji ortu standar tapi UKT anak di kampus malah rata kanan bisa sampe golongan tertinggi apalagi kalo kedua ortunya PNS.
mau nyari beasiswa tapi kebanyakan beasiswa kurang mampu, dibilang ga mampu ya ga juga, tapi kalo dibilang mampu ga semampu itu buat nalangin ukt tertinggi
Gw tuh baru tau ada "trend" provide pacar 😅.
Gw punya anak perempuan, gw bayarin dari sekolah, life style, branded bags, liburan, fancy restos dll. Insya Allah ga pernah diajarkan minta-minta ke pacar, hanya boleh minta ke ortu.
Kalo amit-amit ga punya duit? ya belajar cukupkan apa yang ada, nabung, kerja, magang. Bukan cari pacar untuk menutup kekurangan finansial.
Ngga minta ke pacar ini bukan gegayaan, ini tentang struktur nilai.
Anak perempuan (dan laki-laki) perlu tumbuh dengan rasa cukup, harga diri, dan kemandirian. Supaya ntar pas milih pasangan, pilihannya datang dari posisi setara, bukan dari kebutuhan, apalagi ketergantungan.
Karena hubungan yang sehat itu dibangun dari dua orang yang berdiri utuh. Bukan dari satu menopang, dan satu bergantung.
Dan menurut gw, ini bekal penting untuk hidup jangka panjang.
"Gimana kalo udah mau nikah?"
Kalo konteksnya mau menikah, ya beda cerita. Yang saya bahas adalah situasi baru pacaran, atau malah sebelum pacaran udah punya ide ntar pacar harus membiayai ini itu.
"Gimana kalo dikasi, si perempuan ga minta?"
Pacar kalo ngasi berlebihan (meski ga diminta) -- saya akan suruh balikin dan akan saya tegur pacarnya. Tidak boleh berlebihan selama pacaran. Ngga boleh ada salah satu pihak yang dibuat merasa "berhutang" "sungkan". Semua harus setara power-nya.
Kalau dari awal sudah terbiasa diberi, nanti akan sulit membedakan mana cinta, mana transaksi.
rangkuman ana mengenai fiqih skincare: jd tau kl skincare tdk termasuk nafkah wajib, kl suami beliin skincare, masuknya ke ma’ruf. juga jadi tau kl beberes, mencuci, memasak, melayani keluarga suami bahkan menyusui jg bukan kewajiban istri secara syar’i. kalo istri melakukannya, masuknya ke ma’ruf. dan bahkan dlm fiqih, istri boleh menuntut upah, kecuali kl dilakukan dengan ridha dan sukarela.
ternyata yg wajib perlu dipahami dan dipisahkan, krn yg wajiblah yg bisa dituntut scr syar’i, dianggap hutang (kecuali istri rela), dan bisa ajukan cerai jika lalai. sementara yg nggak wajib, gk bisa dituntut dan diposisikan seolah-olah wajib, nantinya yg sunnah jd beban dan paksaan, pdhal ihsan (melakukan kebaikan sebaik-baikny dengan niat karena Allah) kl dipaksa statusnya jd berubah.
di zaman skrg, banyak pasangan melakukan jauh lebih dari yg wajib, go above and beyond. suami bayarin semuanya, bahkan sampai bantu mertua. istri handle rumah, suami, anak, dan sering kali jg ikut bekerja. masya Allah, saya kebayangnya jd ladang farming amal baik yg luas ya, (tapi itu juga kl ridho) kl dipaksa malah statusnya berubah, bahkan bisa jd dzolim🫠 tapi kl burn out, setidaknya kita punya fiqih sbg garis batas, dan tau mana yang kewajiban, dan yg mana yg bukan.
kl ikut standar fiqih, harusnya lebih ringan.
tapi kl ikut standar sosial, pasti bakal lbh berat krn standar masyarakat sering kabur, tuntutannya naik terus, tp gk adil, baik untuk laki-laki maupun perempuan.
yg keliatan jelas di urusan cerai kl buat saya. banyak orang yg dizolimi, diabaikan haknya, tp tetap gk bisa keluar krn masyarakat bikin standar sendiri. bukan pakai ukuran fiqih, tp pakai stigma dan tekanan sosial zzzz
make fiqih great again☝️
[NEWS] The new album holds special significance as it marks the first album released by the group in three years and nine months, while also indicating the direction the group will take going forward. The members were deeply involved in the creation of the songs, infusing their own thoughts and colors into them while musically expressing the emotions and struggles they have experienced along their journey.
BTS IS COMING
if you choose A WORKING WOMAN, you must accept that she CANNOT manage a house full time by herself. if you choose A HOUSEWIFE who can take care of and manage the household completely, you need to accept that she DOES NOT MAKE MONEY and you will have to provide for everything. if you choose a SUBMISSIVE WOMAN, you should accept that she DEPENDS on you to lead. if you choose to be with a STRONG WOMAN, you should accept that she is STUBBORN and has her own thoughts and ways