Recently at lunch, a guy asked if my wife and I were dating
"No, we're married."
"How long?"
"16 years."
His jaw dropped. "Seriously? You guys don't act married."
And there it is.
The unspoken truth about modern marriage: we've accepted that "married" means dead inside.
No affection. No fun. Just two exhausted people managing chaos together.
But here's what he actually saw:
• My arm around her waist in line • Us laughing about something stupid • Actually looking at each other instead of our phones • Choosing to spend lunch TOGETHER instead of "getting a break"
This isn't luck. It's not "good genetics" or "you just found the right one."
It's intentional.
What we do that most couples don't:
- Regular dates (non-negotiable) Even if it's just a lunch during the workday. Time together without kids talking over us.
- Physical affection in public. Hold hands. Hug. Kiss. Don't save intimacy for the bedroom—it builds connection everywhere.
- Talk about US, not just logistics. We have conversations that aren't about bills, schedules, or what the kids need.
- I still flirt with my wife Compliment her. Make her laugh. Tease her. Don't treat her like a business partner.
- Protect marriage time from kid time. Our kids are important. Our marriage is THE FOUNDATION. If it crumbles, so does everything else.
Here's the hard truth:
Your marriage isn't dying because you're "too busy."
It's dying because you stopped prioritizing it.
Every time you choose Netflix over conversation. Every time you let a month pass without a real date. Every time you treat your wife like a roommate instead of your partner.
You're choosing slow death over intentional life.
16 years in, my wife and I still get mistaken for a dating couple.
Not because we're special.
Because we refuse to let "married" mean "done trying."
When's the last time you actually DATED your wife?
Kebiasaan baik yg berguna di dunia kerja:
“Bertutur kata yg baik, dokumentasi chat WA & jangan lupa save attachmentnya (kalau ada).”
Ternyata sangat berguna & membantu ketika diri sendiri/ orang lain amnesia sm perkataannya.
Apalagi kalau punya kecenderungan nyalahin orang.
😌👍🏻
Badan tak sakit-sakit lagi
Orang-orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan temukan jawaban
Hati yang gembira sering tertawa
Isn't this the life we've all been dreaming of?
Ada orang yang sudah enggan hidup, tapi masih memelihara dirinya dengan baik.
Ada juga orang yang masih semangat hidup, tapi pola hidupnya ugal-ugalan.
paradoks kehidupan.
Makan malam random di Itasuki dan ternyata mereka pasang instrumen lagu rohani
Sambil ngomong dalam hati,
“Mungkin ini simulasi perjamuan kudus di surga 😛😋”
Hehe.
Kasus Hukum 🇸🇬
Suami Istri - 4 orang anak
Setelah suami 🪦, warisan senilai SGD 4 juta (Rp 48 M) menjadi sengketa karena tersimpan dalam rekening OR
Menurut anak yang dalam rekening OR, itu otomatis jadi miliknya. Yang lain bilang itu harusnya warisan
Apa putusan pengadilan?
Our kids aren't born with the ability to regulate their emotions.
They learn this through repeated exposures to our calm.
In those moments, imagine how you want your child to respond to their own feelings as they get older.
Untuk yang bertanya2 tentang akurasi data dari sensor yang dipakai oleh @nafasidn, aku infokan beberapa hal:
1. Sensor yang dipakai Nafas bukan buatan tanpa izin. Kita kerjasama dengan @airlyorg salah satu perusahaan yang spesialisasi-nya dalam monitoring kualitas udara dan sudah kerjasama dengan RATUSAN pemerintah daerah, kotaan, negara di 40 negara. Mereka sudah membuat RIBUAN sensor kualitas udara dengan standard dan proses tertinggi.
Sensornya dipakai pemerintah dari UK, Prancis, Jerman, Yunani, Polandia dan banyak negara yang lain.
Apakah itu artinya semua negara ini salah juga dalam pemilihan sensor ini?
2. Sensor Airly sudah terkalibrasi sebelum dikirim ke Indonesia, dan sudah mendapat banyak sertifikasi termasuk MCERTS dari UK.
MCERTS adalah sertifikasi tertinggi di dunia untuk alat2 seperti ini.
Yang tertarik, bisa baca disini:
https://t.co/9HSEsAWbSP
3. Nafas selama satu tahun sudah menjalankan colocation dengan AQMS yang ada di Duta Besar Amerika Serikat untuk kalibrasi data.
Kenapa di Duta Besar AS?
Ya, karena hanya ada option itu.
Sudah berkali2 kita ikut workshop, seminar dan event2 lain tentang pemantauan kualitas udara dan sudah berkali2 kita menginfokan opini tentang ini.
Kami menginginkan adanya standard untuk pemantauan kualitas udara dengan sensor low cost yang mengikuti best practice (termasuk kalibrasi dan colocation) dari negara yang sudah membuktikan bahwa strategi ini adalah sesuatu yang penting untuk berkembangan knowledge tentang polusi , seperti Amerika Serikat atau Uni Eropa.
Di AS ada lebih dari 10,000 sensor yang dipasang, dan di Uni Eropa ada ribuan juga.
Hanya dengan adanya data bisa kita mengatasi masalah polusi udara di Indonesia, dan kami berharap Nafas menjadi salah satu dari banyak organisasi yang memungkinkan penurunan polusi di negara ini.