Setelah belajar psikologi, baru sadar bahwa memendam emosi ternyata tidak sesederhana "diam dan menahan perasaan". Di balik sikap yang terlihat baik-baik saja, otak sebenarnya bekerja sangat keras.
Setiap rasa sedih yang tidak diungkapkan, setiap kecewa yang dipendam, setiap marah yang ditahan, semuanya tetap ada di dalam diri. Emosi itu tidak benar-benar hilang, melainkan disimpan dan diproses terus-menerus oleh otak. Karena itulah, orang yang terbiasa memendam perasaan sering kali lebih cepat merasa lelah secara mental, meskipun secara fisik mereka tidak melakukan banyak hal.
guys, kalau kita tulus sama seseorang, jangan pernah mempertanyakan apa pun. lakukan yang terbaik, lalu ikhlaskan hasilnya. at least kita udah ngasih versi terbaik dari diri kita. sisanya bukan lagi kendali kita. dan kalau pada akhirnya harus memilih, selalu pilih diri sendiri. 🙂🫶🏻
Makanya sekarang gw lebih percaya kalau sebelum nyari the right person, kita juga perlu pelan2 build that sense of security from within. Bukan berarti jadi gak butuh pasangan, tapi biar nanti kita bisa choose with a clear heart, bukan bertahan cuma karena takut sendirian.
I think banyak orang sebenernya bukan cuma lagi nyari pasangan, tapi juga lagi nyari a sense of safety. Kadang pas akhirnya ada yang sayang, jadi terlalu cepat attached karena ngerasa, "finally, someone chose me." Padahal... kita juga deserve to be loved the right way.
pernah denger kalimat "not everyone deserves access to you." and that's true.
dulu aku pikir, aku harus selalu available buat semua orang kapanpun mereka butuh. tapi makin kesini aku sadar, energi aku ternyata ga sebanyak itu. some people drain you without even realizing it. and that's okay. tapi bukan berarti kita harus terusan jadi people pleaser. protect your energy like it's your most valuable asset. because it is.
sekarang harus bisa belajar nerima kenyataan, gaboleh egois, gaboleh maksa, take care of your mental health. ga apa apa, ga semuanya harus berjalan sesuai dengan apa yang kita mau, mau itu gagal ataupun berhasil yang penting kamu sudah melakukan yang terbaik. jangan terlalu memaksakan diri karena itu tidak baik, beristirahatlah setelah itu coba kembali.
Gue makan gorengan tiap hari. Kopi manis pagi siang.
Mie instan jam 11 malam. Tidur berantakan, sering ketiduran di sofa depan TV.
Istri gue kebalikannya. Makan sayur. Rutin olahraga. Tidur teratur. Waktu cek kesehatan bareng, gue pikir gue yang bakal kena tegur.
Tapi yang diminta duduk lebih lama sama dokter...
bukan gue.
Istri gue. Dan gue bingung.
Tapi dokter engga.
yaa iyalah, beliau kan baca hasil lab. Bukan baca emosional
Penderita anxiety disorder itu kalau bahagia, bisa bahagia banget. Hal-hal kecil saja bisa membuat mereka tersenyum sepanjang hari. Tapi ketika sedih, cemas, atau pikirannya mulai berisik, rasanya juga bisa sangat dalam, seolah dunia sedang runtuh di atas pundaknya.
Sayangnya, banyak orang tidak melihat apa yang terjadi di dalam kepalanya. Yang terlihat hanya seseorang yang terlalu sensitif, terlalu banyak berpikir, terlalu berlebihan, atau bahkan dianggap drama.
WTS — want to sell
preloved buku seorang pria yang melalui duka dengan mencuci piring 💰50.000
preloved buku logic vs feeling 💰 52.000
bisa cod 🍊
bisa keep event 📆
dom jateng 📍
DM for Detail!
#wtb#wts#wanttosale#preloved#novel
Semua manusia punya kesalahan maupun kesiapan, tapi dari semua itu aku yang paling bermasalah dan ga ada kesiapan kan? Makanya akan terus terusan di pojokkan 😂