pasti berkeringat. apalagi perjalanan pulang menggunakan kendaraan umum, pasti kotor. barangkali @desolatepath lebih suka jika mereka sama-sama bersih sebelum makan.
"obbie, obbie?" terlihat pemuda dengan rambut berantakan itu membuka pintu rumah, masuk dan mencari saudara kembarnya. "aku pulang, loh. kenapa aku tidak disambut?"
memang sudah biasa bagi caspian untuk bermanja, seolah hanya si kembaran lah yang memahaminya.
ia dengan pelan mengusap pipi yang tadi digigit dan dicubit, lucu. warnanya memerah karena kedua tindakannya tadi, lucu sekali.
"apa aku perlu mandi dulu sebelum makan? atau mau mandi bersama nanti?" kembali ia bertanya. meski ia bekerja di tempat dingin, tetap saja tubuhnya
bibirnya langsung merekah, tersenyum senang. kepala pun terangguk mengiyakan dengan antusias. "aku akan sangat senang jika disuapi obbie."
caspian tak lupa kembali mengecup pipi saudara kembarnya, sebelum menggigit kecil di sana dengan pelan, bermaksud menjahili sedikit.
"hari ini obbie di rumah seharian? tidak bosan tanpaku?" tentu caspian hanya bercanda, namun ia membuat suaranya terdengar seperti ingin merajuk. tentu saja ia ingin digemari keberadaannya, terkhusus oleh @desolatepath yang menjadi satu-satunya orang yang ia sukai.
@desolatepath setelah mencecap rasa dari masakan saudara kembarnya, caspian mengangguk kecil sembari menggumam. "enak. masakan obbie selalu enak seperti biasanya."
tak lupa ia daratkan lagi kecupan di pipi pemuda yang masih ia peluk. caspian memang senang mengecup setelah memuji, kebiasaan.