7/7 Yuk, kita mulai dari diri sendiri. Untuk lebih memberikan dukungan pada sesama perempuan & para janda. Status yang seringkali "invisible" untuk dibahas hak-haknya terutama oleh pemerintah dan organisasi masyarakat!
#janda#psikologi
6/7 Apalagi bila tingkat pendidikan & status sosial ekonomi mereka rendah. Mereka rentan menjadi obyek eksploitasi sosial budaya. Bahkan jargon "janda semakin terdepan"-pun seringkali dimaksudkan dalam konteks negatif, seperti; pelakor yang sukses mengambil suami perempuan lain.
5/7 Lebih buruk, saat mereka berstatus janda hidup dalam budaya patriarki dimana status perempuan dinilai dari lelakinya. Terbayang, dengan absen-nya lelaki dari sisi mereka, penilaian atas mereka pun berubah.
#janda#psikologi
4/7 Tak heran, mereka berstatus janda rentan untuk mengalami depresi, kecemasan, hingga trauma, selama masa transisi berstatus sebagai janda, bahkan hingga tiga tahun setelahnya.
#janda#psikologi
3/7 Tentu saja status janda erat dengan berbagai isu ekonomi, sosial, & psikologis, a.l.; dituntut mampu menafkahi diri & anak-anak, menghadapi stigma sosial, kehilangan relasi & dukungan keluarga, self-esteem yang rendah, hingga ketakutan untuk hidup seorang diri.
#janda
2/7 Padahal janda PALING rentan terhadap isu kesehatan mental.
Menyandang status janda merupakan pengalaman negatif akut bagi yang mengalaminya. Terutama di negara berkembang. Saat status janda juga disandang oleh perempuan muda usia bahkan sebelum mereka beranjak dewasa.
#janda
1/7 Ada apa dengan status JANDA?
Padahal mereka PALING rentan terhadap isu kesehatan mental. Demikian sebuah data penelitian yang mencakup lebih dari 70 ribu, perempuan paruh baya, sampel penelitian. Terutama di tahun pertama menyandang status tersebut.
#janda#psikologi
Saat memahami apa yang dibutuhkan agar kembali merasa dicintai seperti dulu, Anda & Dia sedang berupaya memahami bahasa cinta berdua.
Namun, memahami bahasa cinta saja tak cukup. Pertanyaan berikutnya, “apa yang menjadikan perasaan cinta memudar?" Pahami, benahi, malam ini!
Ingin si kecil kelak mampu mengatakan, “Ayahku Family Man?”
Ajak pak suami belajar memahami peran ayah dalam keluarga.
Bersama kita merayakan hari ayah sambil memahami apa yang dapat dilakukan agar ayah berorientasi pada keluarga dan menjalankan perannya secara optimal!
Keluarga Anda bahagia sahabatku? Atau, kebahagiaan terhambat oleh ketegangan emosional terkait stres kronis yang berkepanjangan. Merapat sekarang di webinar istimewa saya bersama Zora. Hey, It’s FREE!
♡ https://t.co/aVCRxbd5z0
Saat meragukan pasangan, pertanyakan kembali; Anda ragu padanya atau Anda memang senantiasa ragu akan cinta? Terkait relasi bersama orang tua dan pengasuh utama di awal kehidupan yang Anda hayati sebagai pola insecure.
Webinar ini GRATIS, khusus orang tua yang ingin anaknya BAHAGIA BELAJAR dari rumah. Bersama saya & @rbdigital_ jam 10.00 - 12.00 WIB nanti. Ini link pendaftarannya https://t.co/o8qzguGE9a https://t.co/mOVd74Qk6V
Setiap orang mengalami kecemasan. Namun pada individu pencemas, pengalaman atau obyek yang netral sekalipun dapat memicu kecemasan. Lantas menghindar, sebagai antisipasi. Padahal, kecemasan butuh dipahami, dihadapi. Agar adaptif, tak mengganggu. Sampai bertemu NANTI MALAM ya!
Bahasan menarik dan GRATIS terkait terbentuknya penghayatan tentang gender dan seks pada anak. Apa peran orang tua? Merapat ya, pagi nanti di jam 10.00 s.d. 12.00 WIB dalam Zoominar Series 2 bersama @pb_iidi 💚💚💚
https://t.co/tq04gUkzX8
Orang tua dan lingkungan berperan dalam memastikan bahwa anak memiliki perkembangan psikoseksual yang sehat, agar kelak mampu memiliki “healthy sexual decision.” Yuk, bergabung dalam 2 kelas istimewa ini. Hubungi: Rahayu 08179922992 untuk informasi & pendaftaran.