@herrysw@XiaomiIndonesia Niat hati pingin memakai produk baru malah berujung ke servis center dan klaim garansinya pun lama. Malah tulisanya klaim garansi PERBAIKAN ( tidak ganti unit baru ) semoga bisa di bantu follow up segera om @herrysw@XiaomiIndonesia
Bener katu om @herrysw pusat perbaikan xiaomi sangat buruk. Saya sendiri mengalaminya. Klaim garansi POCO F7 Kamera depan mati padahal hp baru di aktivasi cc masih 0. Klaim garansi ke SC proses klaim 7-8 Hari kerja tapi sudah melewati belum ada kabar. @XiaomiIndonesia
Inilah peringkat pusat perbaikan resmi ponsel versi HSW edisi April 2026.
A: OPPO dan vivo/iQOO.
B: Infinix, Motorola, nubia/ZTE, realme, Sharp, dan TECNO.
C: HONOR dan Huawei.
D: Samsung dan Xiaomi/POCO.
Dibandingkan kuartal lalu, ada dua perubahan. ASUS tidak lagi saya cantumkan karena jenama itu memutuskan cuti dari pasar ponsel.
Sedangkan Xiaomi/POCO bergeser dari peringkat C ke D. Layanan pusat perbaikan resmi jenama itu sebenarnya tidak seburuk Samsung, tetapi telah di bawah HONOR dan Huawei. Karena tak ada peringkat di antara C dan D, saya memasukkan Xiaomi/POCO ke peringkat D.
Mengapa Xiaomi/POCO bukan D, lalu Samsung E? Peringkat E ditujukan untuk merek yang layanan pusat perbaikan resminya benar-benar "ajaib". Seperti yang belasan tahun lalu pernah terjadi pada beberapa ponsel merek lokal. Alamat pusat perbaikan resmi yang tercantum di kartu garansi, contohnya, saat dikunjungi ternyata alamat apotek.
Penafian:
* Merek yang belum tercantum berarti belum saya ketahui rekam jejak terkininya, baik dari pengalaman pribadi, pengamatan lapangan, maupun sumber lain.
* Meskipun pusat perbaikan resminya berada di lokasi yang sama, kualitas layanan antarmerek bisa berbeda.