Hirosnada Gemathora Seiakantjana: The prideful CEO of SEIA Group and Director of SEIA Kencana Private School by profession, but truly a musician by heart.
… akan berusaha sampai terbiasa pakai ‘aku’ setiap kali bicara sama kamu.”
Sebelah tangan yang bebas lantas bergerak ke puncak kepala @savitrijati, mengusap pelan, lalu menyelipkan beberapa helai rambut sang puan ke belakang telinga. “Bagaimana, Cantik? Kamu mau jadi pacarku?”
… menatap paras menawan Kidung lekat-lekat, enggan berkedip barang sebentar saja. Bahkan saat makan pun juita di hadapan sangat manis. Senyuman tipis sempat terukir untuk mewarnai roman yang terbiasa tegas.
“Itu,” balasnya pelan, “tadi saya sudah pakai ‘aku’ dan ke depannya …
Semesta,
sebenci itu, ‘kah?
Seluruh memori masa lalu berlarian di dalam kepalaku bagai sinema. Aku harus apa untuk melupakan segala sakit yang aku rasa? Aku harus bagaimana menatap masa depanku yang sejatinya abu-abu?
Izinkan aku berpinta kali ini.
Jangan permainkan aku lagi.
… dulu,” katanya sebelum lekas menenggak habis air mineral di dalam botol berukuran kecil miliknya.
Rasa-rasanya Gema ingin menanggapi kalimat @savitrijati di awal soal Gema yang terburu-buru. Tersenyum kecil, “Saya memang buru-buru,” lalu terkekeh pelan, “takut kamu hilang.”
Adalah kelab malam yang menjadi obat dari segala penat. Gema enggan pulang cepat, maka di sinilah ia berada—seolah-olah berkecimpung di dunia hiburan tak cukup buat pening.
“Ada orang?” dan pertanyaan melayang teruntuk @savitrijati seraya ia tunjuk bangku di samping sang puan.
… kursi kemudi.
Setelah menempatkan diri di balik setir kemudi, Gema langsung menyalakan mesin mobil dan memberikan satu botol kecil air mineral kepada sosok di sampingnya. Tak lupa ia juga membuka botol tersebut terlebih dahulu sebelum botol itu berpindah tangan.
“Minum …
… sudah tahu bagaimana rasa arem-arem.
“Ahem,” dan berdeham sekilas usai batuk, “berarti kamu bersedia jadi pacar saya—eh, maksudnya … pacar aku?”
Belum terbiasa menggunakan ‘aku’ membuat Gema agak khawatir kalimatnya tak terdengar baik. “Kamu mau jadi pacarku, @savitrijati?”
… batuk, maka dijauhkan wajah dari arem-arem yang disodorkan Kidung kepadanya. Tak lupa ia mendorong dengan sopan arem-arem tersebut agar menjauh.
“Sudah,” kata Gema; menolak menyantap jajanan lebih jauh. “Terima kasih, Kidung.” Meski baru gigit sedikit, setidaknya Gema …