Trying to switch careers when you're basically ancient in the Indonesian entry-level age limit is challenging, but I'm glad I'm starting over even if the world is against it because I started late.
kalo seseorang lagi puasa, lalu ada orang makan di depan gue, masa gue larang dia makan karena gue lagi menahan lapar?
menahan lapar itu urusan gue, bukan orang lain. puasa itu ibadah gue, bukan orang lain.
“sumber nafsu disuguhin di mana2” ya itulah yang bikin pahala lu jadi besar. kalo ga ada “sumber nafsunya” maka apa yang membuat ibadah lu jadi bermakna?
anak sekolah dikasih ujian ya jangan dibantu, jangan buka buku, jangan nyontek. kalo buka buku maka apa istimewanya ujian itu?
patriarki bukan cuma soal laki-laki mendominasi dan berkuasa. violence (physical, sexual, emotional) is also part of patriarchal system 😅 jadi aku harap teman-teman semua tidak pernah "nggak papain" patriarchal beliefs.
Hari ini direktur gw ngomong ke gw
“Gakpapa putri… jadi perempuan independen udah gak ada stigma buruk zaman sekarang. Kau cari apa sih dari laki laki itu? Saya yang laki laki saja setuju kalau kami ini gak berguna”
wanita ga kerja trus hidupnya bergantung pada siapa? suami? itu sama sekali bukan bentuk pembebasan tpi pengekangan.
"tpi kan kalo cowonya baik?" tpi dia tidak abadi, detik berikutnya dia bisa mati lalu? perempuan harus cari suami baru? itukah bentuk kebebasan?
masih ini jawaban terbaik. laki2 bisa gampangnya celoteh istilah mesum kayak tobrut, coli, dll. tp giliran istilah 'berat' langsung ribut ngerasa lebay.
misoginis dianggap meaningless.... well men ☕
weaponized incompetent
love bombing
gas lighting
trauma response
misogynistic
projecting
insecure
male centered
patriarchy
toxic
karena istilah yang kalian pake tuh buzzwords yang meaningless yang baru kalian denger di tiktok yang dipake buat cari gotcha moment dan likes doang.
diskusi yang sebenarnya kompleks yang worth to discuss berubah jadi ajang labelling terus elu marah ketika orang jadi ngedismiss elu? 🤷♂️