Biar publik bergemuruh mengomentari. Biar sunyiku menjadi ruang saksi bisuku tuk merenung dan mengabdi. Biarkan semua kebisuan yang membisukan. Sekian!
Belakangan ini sedang polusi udara dan suara. Polusi bisingnya suara kendaraan dan bisingnya baliho orang yang lagi nyari suara buat kendaraan.
~Robbij'al Hadzal Balada Aaminaa~
Saya tidak mau nulis buku hanya karena ingin diakui sebagai penulis. Lebih baik hanya nulis caption tapi jadi Inspiration, daripada nulis buku hanya karena popularation.
Terlihat para Qori sekarang lebih sering membuat baper pendengarnya, namun tidak lagi dengan dirinya. Karena tujuannya sudah mulai memuaskan pendengar, bukan lagi meresapi ayat yang dibacanya. Jaga hati ini Ya Rabb!
Setiap kita punya luka yang berbeda. Kalau tidak mampu merekomendasikan obatnya, ya jangan ditepok lukanya. Jangan juga sok tau atau maksa ngasih obat kalau ga tau takarannya.
Kalau mau bermaksiat, pastikan 2 hal : Jangan makan dari Rezeki Allah dan jangan tinggal atau lakukan maksiat itu di Bumi milik-Nya. Bisa-bisanya bermaksiat pake sumber tenaga dari Allah dan di wilayah milik-Nya. Subhanahu Wa Ta'ala..
Gara-gara hal ini, banyak guru ngaji jadi berhenti ngajar loh. Tau kenapa? bukan karena ga ikhlas, tapi karena faktor ekonomi yang terbatas. Ikhlas itu amalan hati dan pribadi sang guru. Jangan bandingkan sama perkara akomodasi. Semoga Allah balas semua jasa guru ngaji kita.
Kalaulah kita berani bayar mahal buat belajar ilmu kedokteran, kenapa kok kita sering protes kalau disuruh bayar buat belajar Al Qur'an? Belajar Ilmu Agama? Pasti selalu terucap "harusnya ikhlas dong kalau ngajar agama tuh?!" Why?
Kalaulah kita berani bayar mahal buat belajar ilmu kedokteran, kenapa kok kita sering protes kalau disuruh bayar buat belajar Al Qur'an? Belajar Ilmu Agama? Pasti selalu terucap "harusnya ikhlas dong kalau ngajar agama tuh?!" Why?
Mungkin akan ada banyak wajah baru di masjid yang kamu lihat. Jangan pandang julid dengan kemunafikan, tapi panjatkan untuknya doa untuk keistiqomahan.