Salah satu culture shock waktu ke LN itu ngerasa kok jumlah warung/jualan di pinggir jalan tidak banyak, terus baru sadar hal itu karena warganya sejahtera dan banyak terserap d lapangan kerja formal. Warganya tidak perlu capek-capek buka usaha sendiri untuk bisa survive
Uds dijelaskan sejak dahulu kala, PPT untuk PNS = database. Makanya penuh.
Database apa?
Ppt digunakan present kerjaan ke instansi lain, atau ke pimpinan. Ketika mereka ditanya2in, kita siap semua data HANYA dengan menampilkan PPT
"Nah bapak liat grafiknya itu..."
Sesimple itu
Valid!
Hampir tidak ada temen-temen gue lulusan teknik yang nganggur.
Rata-rata, jadi pegawai tetap, bisa KPR rumah, bisa berkeluarga dan berinvestasi.
Jarang juga gue lihat anak teknik mengalami depresi dan life crisis kek anak soshum (ups)
Yang sebelumnya susah, kini bisa menghidupi dan menaikkan ekonomi keluarganya.
Observasi gue ini sebatas ke alumni teknik yang top 3 dan top 10 ya sama swasta di Jakarta/Yogya ya.
Tapi gapapa, pun kalau ga masuk top 3 dan top 10, setidaknya lowongan buat anak teknik jauh lebih banyak.
Bahkan CPNS pun membuka lowongan untuk anak teknik.
Jadi bener.
Kalau lu punya kawan yang ingin menaikkan taraf ekonomi keluarga, minta dia masuk teknik aja.
Kalo nobody, poor family, no ordal, no sodara, nothing.. udahlah masuk teknik aja yg lebih egaliter daripada soshum.
Gak usah ikut2an organisasi juga gapapa, kejar ipk 4 lalu kerja di migas/tambang.
Mereka ga peduli bacaanmu apa, gak peduli ideologimu apa, gak peduli apakah kamu cancel penulis X atau musisi Y.
Info yang beredar, penguasa katanya bakal beli beberapa stasiun TV. Nah, salah satu TV di Palmerah ini kabarnya nolak diakuisisi sama penguasa.
Karena nolak, BUMN-BUMN katanya dilarang jadi sponsor di TV tersebut. Impact-nya? PHK jadi makin banyak.
Sadis emang penguasa ini.
Imo keuangan indo juga mulai ancur sejak maraknya muncul influencer influenceran. Orang2 jadinya lebih rela ngeluarin banyak duit buat influencer instead of buat karyawannya yg mana akhirnya tuh uang kagak muter dan kesendat di golongan tertentu aja 🤸🏻♂️
Aku sejujurnya kesal ketika illustrator, komikus, designer dll di era sosmed gini kayak 'dipaksa' untuk jadi 'influencer' biar bisa survive dan ternotice..
Kalo artistnya seneng dan extrovert kayaknya seneng2 aja ya
Yang introvert dan ga suka personalnya jd sorotan; setress
I'm so sorry to say. Di negara kita, kalau ga viral, susah dapet atensi publik. Makanya, banyak orang yang tiba-tiba ngonten padahal kerjaannya jauh dari kata 'content creator'.
Terlebih sekarang banyak bisnis yang diujung tanduk, mau ga mau para owner harus mikirin cara buat dikenal orang. Ya caranya either jadi content creator sendiri atau hire orang
Gw juga udah muak bgt karena kayaknya kebanyakan karier tuh baru bisa jalan klo jd influencer atau sosmednya keliatan kayak portofolio kerjaannya. Bisa gak sih kita tuh kerja profesional aja dan misahin profesi sama kehidupan sosmed? Sekarang sosmed pribadi aja dipake kerja.
Coba kaji ulang min masalah tigas belajar ini, masa harus lepas jabatan fungsional ketika tugas belajar dan harus ukom dan nunggu formasi jf dulu pas udh slsai tugas bljr 😅 knp jf nya tdk melekat saja kan sudah tdk menerima tukin/tdk full ketika sedang tugas belajar.
My hot take is that CL’s downfall is her perfectionism. It’s keeping her from fully tapping into her creative side. She has the resources and endless connections to create something refreshing and new, but it just seems like she’s limiting herself.
She could be featured in so many cool projects, and if she’s not ready to release a major album, that’s totally fine—but she seems to choose not to do anything at all in 5 years since her Alpha project
She’s also focused so much of her energy and time on the group, only for 2NE1 to not really go anywhere with new content or projects either.
I do believe in quality over quantity, ALPHA was a 10/10 in my book, but she needs a team that’s willing to push her limits and, more importantly, encourage her to just have fun with it in the meantime