@tanyakanrl Gaya komunikasi kalian beda, kamu kalo ketemu yg gaya komunikasi/chatnya sama gabakal anggap kamu cringe..
Skip cari yg sefrekuensi sama kamu aja nder..
Dia ga salah, kamu juga ga salah..
Kalian hanya berbeda..
ALASAN KENAPA HIDUP LU STRESS
1. Ga olahraga
2. Kurang kena matahari
3. Makan sembarangan
4. Jarang doa or meditasi
5. Suka nunda-nunda
6. Jam tidur berantakan
7. Kebanyakan scroll sosmed
8. Ga punya hobi or passion
9. Manajemen waktu yang buruk
10. Jauh dari diri sendiri
Semalam aku mendengar satu podcast yang sangat ngena.
Hidup sebaiknya berpaksikan waktu sholat.
• Bekerja setelah Subuh
• Makan siang sebelum Zuhur
• Makan malam sebelum Magrib
• Tidur setelah Isya
• Punya waktu untuk diri sendiri sebelum Subuh dengan qiyamul lail
• Menikmati ketenangan pagi saat matahari terbit
Ketika hidup berpaksikan sholat, bukan hanya waktu yang menjadi lebih teratur, tetapi hati juga terasa lebih tenang.
"Jangan selipkan sholat di sela-sela kesibukanmu. Selipkan kesibukanmu di antara waktu-waktu sholat."
@kapten__monyet Sudah punya anak, pengennya dipanggil "Ibu", karena aku manggil Ibuku juga "Ibu", dan kesannya hangat.. Tapi suami ga mau, katanya harus dipanggil mama soalnya dia mau dipanggil Papa.
Padahal Ibu dan Papa boleh aja berdampingan kan? Ga harus sama.. Akhirnya mengalah deh saya🫠
Aku gak tau siapa yang menulisnya, tapi kalimat ini bikin aku introspeksi.
"Jangan mengeluh kalau Tuhan tidak memberi hidup yang seperti kamu inginkan, karena kamu juga hidup tidak seperti yang Tuhan inginkan."
gw jadi keinget pas lagi jaga IGD dan nanya riwayat pasien ditemani istrinya…
👩⚕️: ada alergi obat?
🧔: enggak ada
👩: ada
🧔: enggak ada
👩: ada
👩⚕️: jadi ada atau enggak?
👩: tahun lalu dikasih obat terus bentol semua
🧔: oh iya ya
👩⚕️: …
👩⚕️: riwayat operasi?
🧔: enggak ada
👩: usus buntu 2019
🧔: OH IYA
👩⚕️: …
👩⚕️: obat rutin?
🧔: enggak ada
👩: tiap pagi minum obat darah tinggi
🧔: itu dihitung?
👩⚕️: pak…
👩: makanya saya ikut masuk
hal yang tidak diajarkan di FK:
kadang riwayat penyakit pasien tersimpan lebih aman di memori istrinya daripada di pasiennya sendiri 😭
@tanyakanrl Kak bukan mau nakutin, tapi case temen aku yang pernah pacaran ama duda, pacarnya malah menghamili mantan istrinya gara² liburan bareng ginii.. 🫠
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
kita tuh emang harus banget milih calon yang punya attitude dewasa, hati lembut, dan gak pelit. terutama gak pelit. karena jujur aja, walaupun setelah menikah udah dilepas sm orang tua, tetap orang tua jadi tempat pulang kalau kita kenapa-kenapa di rumah tangga.
guys, please wisely yaaa dalam memilih pasangan <3
@empty__core Dalam islam jga anak yg ortu nya cerai/meninggal itu masih tanggung jawab keluarga bapak nya, tapiii jujur aja saya lebih sering denger ayat soal laki2 boleh punya istri 4 ketimbang nafkah anak yg ditinggal ortu nya 🙂🙂🙏🏼🙏🏼