Teruntuk teman-teman yg sedang turun kejalan. Tetap hati-hati dan saling jaga ya. Berangkat aman, pulang pun juga aman. Inget, ada keluarga yg menanti.
Final UCL 2007 memang malamnya Filippo Inzaghi
Dua gol ke gawang Pepe Reina
Dua golnya pun khas dia
Pertama, bola yg mencari Inzaghi hingga dia bisa membelokkan bola dr Pirlo dg bagian tubuh yg tak biasa
Kedua, lolos dr jebakan offside.
BUKAN, bukan Sheva atau Kaka, bukan juga paketan Ibra dan Thiago Silva, apalagi Donnarumma. buat aku pribadi kepergian paling menyakitkan adalah transfer Sandro Tonali. bukan diukur dari kehebatan dan jasa mereka bagi Milan melainkan konteks kondisi Milan saat Sandrino pergi yang membuat dampaknya lebih menghancurkan.
Shevchenko pergi karena permintaan istri dan undangan kawan dekatnya Abramovich. Kaka pindah ke klub idamannya Real Madrid setelah sebelumnya menolak Manchester City. keduanya pergi setelah berkontribusi besar ke Milan dan saat itu, melihat kondisi Milan, ada keyakinan bahwa setelah kepergian mereka Milan masih akan baik-baik saja. sementara itu Zlatan dan Thiago Silva terpaksa dijual karena Milan terlilit krisis keuangan. sehingga masih lebih mudah merelakan kepergian mereka.
Sandro Tonali berbeda. ia datang tepat setelah Milan mulai lepas dari kegelapan banter era dan perlahan bangkit kembali menuju kemapanan. seorang anak muda yang gak pernah segan menunjukkan kecintaannya pada Milan sejak ia kecil - ia adalah bagian dari kita fans fanatik Milan. kedatangannya ke Milan diberitakan bagai sebuah dongeng, mimpi masa kecil yang jadi kenyataan.
bukan cuma bermodal cinta, Tonali juga datang dengan potensi dan kemampuan bermain yang dapat diandalkan. dan jika bicara soal 'grinta', Sandrino dengan fasih meniru kegarangan sang idola Gennaro Gattuso. dan tak kalah pentingnya, ia datang dibawa oleh Paolo Maldini, simbol dan legenda terbesar Milan.
tahun pertama Sandrino gak berjalan mulus - inkonsistensi, kecerobohan, dan masih banyak pelajaran dan penyesuaian yang perlu ia jalani. tahun berikutnya, dongeng dan mimpi itu menjadi sempurna - Milan meraih Scudetto dan Tonali menjadi berperan besar di dalamnya, termasuk gol penting ke gawang Lazio. semua milanisti bersuka cita, ekspektasi masa depan membumbung tinggi dan harapan terbang ke awang-awang. hari itu, 22 Mei 2022, pikiran semua milanisti saling terkait dalam satu kalimat, lantang dan yakin "WE ARE FINALLY BACK!!"
hari-hari berikutnya kita telah membayangkan dengan hati gegap gempita: bersama beberapa pemain andalan lainnya, Tonali dan Paolo Maldini akan stay di Milan selama mungkin, Tonali akan menjadi kapten Milan, menjadi bandiera baru Milan, di bawah asuhan sang kapten abadi, dan mereka akan membawa Milan kembali ke puncak kejayaan. menegaskan kembali identitas Milan ke hadapan dunia - Milanismo.
namun kemudian, nasib buruk tak mampu dihalau, dengan tangan cepat Magic Mike sekalipun - Redbird dan Cardinale terjadi. belum genap setahun kehadirannya, orang USA ini, atas pengaruh Furlani, memecat Maldini dengan cara yang sangat kurang ajar. belum cukup, dua bulan kemudian mereka juga menjual Tonali ke Newcastle United. Tuhan, dongeng indah itu ternyata punya plot twist super mengejutkan. tak pernah sepahit ini aku menerima penjualan pemain Milan. patah hati itu nyata.
saat itu aku pribadi berusaha menanggapi langkah absurd itu dengan khusnuzon seperti layaknya fan yang baik dan setia. kalau sebelumnya aku bisa ber-positive thinking terhadap Yonghong Li, kenapa gak bisa bereaksi sama terhadap Cardinale pikirku. namun, tiga tahun berlalu semenjak musim panas 2023 yang gila itu petunjuk semakin terang bahwa mimpi dan harapan itu sepertinya benar-benar pudar, dongeng indah itu berubah menjadi cerita horror. sementara di sini, di sudut kamar, di depan laptop ini, aku dengan sisa-sisa cinta dan gairah ini masih menantikan mereka kembali - Sandrino dan Paolo kami.
Buon Compleanno, Sandro Tonali. 🖤❤️
Jujur jujuran aja, Persija vs Persib itu pertandingan terbesar di kompetisi liga Indonesia.
Ini H-4 pertandingan masih juga belum ada kejelasan venue pertandingan. Kalau pihak Bandung menuding panpel Persija ga bisa kerja, boleh dong pihak Jakarta juga menuding ada ‘non tekhnis’ supaya pertandingan dimainkan diluar Jakarta?
Secara Persib punya poin yang sama dengan Borneo di peringkat kedua liga, yang sama sama menyisakan 3 pertandingan. Tuduhan pihak Persija gak serius memperjuangkan pertandingan ini bisa dimainkan di Jakarta juga gak masuk akal, karena walaupun sekecil biji jagung, secara matematika Persija juga masih berada di jalur perebutan gelar juara. Cuma orang bodoh yang bilang Persija ga berupaya supaya tetap bisa main di Jakarta.
Kedua tim ini punya sejarah panjang,
Kedua tim punya basis supporter besar,
Kedua tim punya catatan rivalitas,
Kedua tim selalu dibenturkan.
Selalu ada saja anomali yang terjadi setiap kali menjelang laga “SUPER BIG MATCH INI”, ini nya lah, itu nya lah, tai nya lah. Dramanya seringkali sudah dimulai jauh sebelum peluit pertandingan dibunyikan.
Sekarang, daripada sibuk saling tuding dan saling serang, lebih baik kita sama-sama berharap pertandingan bisa berjalan lancar pada akhirnya. Venuenya jika bisa WAJIB di Jakarta, pun tidak bisa ya sudah mainkan dimana saja, asal jangan di Solo.
Karena kami ingin menonton sepakbola dengan utuh selama 90 menit.
With love,
Jakartalk.
“Kami masih terus mengupayakan pertandingan melawan Persib dapat digelar di SUGBK. Pihak PPKGBK sudah memperbolehkan untuk bermain di sana. Namun, mereka meminta kepada Persija untuk berkoordinasi dengan PSSI. Sebab, pada 5 Juni 2026 akan ada pertandingan Timnas Indonesia di SUGBK. Untuk hal ini, saya menyerahkannya langsung kepada manajemen Persija untuk berkomunikasi dengan PSSI. Sementara itu, pihak kepolisian juga sudah memperbolehkan untuk menggelar pertandingan di SUGBK.”
“Selama kepastian bermain di SUGBK belum didapat, saya juga meninjau JIS. Tujuannya adalah untuk melihat kesiapan venue jika pada akhirnya pertandingan tidak bisa digelar di SUGBK. Kami tetap mengupayakan agar pertandingan melawan Persib dapat berlangsung di Jakarta.” -Bung Ferry
via @BolaSportcom
Billy Costacurta membuktikan bahwa bek hebat tidak harus yg paling kuat atau paling cepat, melainkan yg pintar.
Popularitas sbg bek legenda AC Milan emang di belakang Maldini dan Baresi. Meski secara peran, ya tidak kalah penting.
Fabio Capello mendeskripsikan Costacurta seperti ini: "Dia tidak membutuhkan kecepatan karena dia membaca permainan sebelum orang lain melakukan. Itulah yg membuatnya World Class."
Selamat Ultah legenda. Apa momen yg kalian ingat dari Costacurta?