baik dalam bentuk novel/cerpen/film/drama/dll, prinsip cerita yg bagus terdiri atas SEDIKIT "tell" dan BANYAK "show"
Pendidikan di Indonesia butuh materi #sastra
•kdm• setuju gak kalo 2016 tuh tahun keemasan drama Korea? Karna tahun ini drama-dramanya berumur 10 tahun, yuk ah isi bingo!! Udah pada nonton apa aja??
Choi Jisoo (Kang Nora Undercover Miss Hong) cerita di acara I Live Alone kalo dia udah berhasil melunasi utang pinjaman kuliahnya setelah 9 tahun disambi kerja part time juga 🥹
Yang bikin makin terharu tuh, uang buat pelunasan terakhir itu datang dari hasil kerja kerasnya sendiri, mulai dari syuting sampai kerja part-time di restoran dan jadi babysitter. Pas selesai tranfer uang, dia langsung nelepon ibunya. Ibunya pun langsung terharu dan Choi Jisoo juga nggak kuat nahan air mata. Rasanya kayak perjuangan hampir satu dekade akhirnya benar-benar selesai.
Yang bikin makin salut, setelah merayakan momen itu dan merayakan ayahnya yang menerima penghargaan 30 tahun masa kerja, dia tetap lanjut berangkat kerja part-time seperti biasa.
https://t.co/f0W5Ivm8iM
@yandhyst selain kata² "kalau ngga salah", aku juga pakai, "ini opiniku" (baca lagi yg lengkap dong), jadi tolong pahami bahwa tulisanku tsb bukan tulisan ilmiah, tapi opini/pemaknaanku atas penyebab ada pihak yg mengajukan petisi 😓
dasar TUA. si paling # freespeech tapi menghina opini 🤣
kalau ga salah, #PerfectCrown tu latar ceritanya "what if" anaknya Raja Jeongjo (Yi San) dan Seong Deok-im di #TheRedSleeve masih hidup dan melanjutkan dinasti Joseon sampai abad 21. Nah, si penulisnya lupa(?) memerdekakan kerajaan di dunia FIKSI-nya, jadi status Joseon/Korea...
Petisi penghapusan drama #PerfectCrown dari OTT udah tembus 50 ribu tanda tangan dalam waktu 4 hari, jadi sekarang petisi itu resmi masuk pembahasan parlemen Korea.
Netizen Korea ngerasa meskipun setting dramanya fiksi, kostum, tata krama, dan beberapa istilah di dramanya terlalu mirip budaya China. Banyak yang bilang ini mirip isu dongbuk gongjeong alias cultural claim China terhadap budaya Korea, jadi mereka takut penonton luar negeri malah salah paham soal identitas budaya Korea.
Kasus ini langsung dibandingin sama drama Joseon Exorcist tahun 2021 yang dulu juga dihujat karena isu sejarah dan unsur China. Bedanya, waktu itu sponsor langsung cabut dan dramanya berhenti tayang cuma 2 episode.
Sekarang tekanan Perfect Crown juga makin gede karena pemerintah Korea ikut turun tangan. Drama ini ternyata sempat dapet bantuan dana produksi dari lembaga konten Korea, jadi kementerian budaya sekarang lagi ngecek apakah dukungan dananya bakal ditarik lagi atau tidak.
https://t.co/TWHQFxzY53
@yandhyst seterah kamu wae mas yandhyst, aku mah hanya ingin menjelaskan menggunakan bahasa bayi yg mudah dipahami para kdrama lovers dari indonesia, inferioritas-superioritas aku geh paham, aku anak bahasa-sastra 😸
The two dramas I watched this year. This one and the other being To My Beloved Thief and in both these shows the male leads straight up confessed without a single hesitation, wearing their heart on the sleeves. So refreshing
https://t.co/XXavWBS8XS
•kdm• Dari adaptasi novel jepang terlaris Toko Jajanan Ajaib Zenitendo. Dibintangi Ra Miran dan Lee Re film The Mysterious Candy Store Jun Chun Dang tayang 29 Mei.
@Galactus2321@Galactus2321 have u read my tweet properly? what would you do if there was a story/drama/film set in the 21st century that told about your country, (even though it is independent), but your country is still under the influence of another country?
9 untaian dan "cheonse" memang sudah sesuai jika bentuknya kerajaan. tapi "kesesuaian" itu malah secara tidak langsung menyatakan bahwa di abad 21, Korea masih belum berdaulat. ya jadi marah dong, ibarat kata Indonesia masih jadi kerajaan, tapi masih tunduk sama Belanda/Jepang 🙃
•kdm• 🔥 My Royal Nemesis 🔥
Detail lainnya yg lagi rame dibahas knetz, pelayan yg bawa racun buat dansim kalau disorot dari atas terlihat seperti membentuk karakter hanja yg artinya "hidup/untuk hidup", jadinya kaya "Racun yg memberimu kehidupan."
"Dia mengaku terlalu fokus mereproduksi (copy-paste) bentuk upacara Joseon secara visual, tapi gagal menunjukkan bahwa Joseon tetap negara yang merdeka dan berdaulat." 😓 Semoga ini menjadi pelajaran dan Semangat untuk karya selanjutnya 😸
Tim produksi, aktor aktris, penulis dan sutradara sudah minta maaf soal kontroversi drama Perfect Crown yang dituduh menggambarkan Joseon sebagai negara bawahan Tiongkok.
Sutradara Park Joon Hwa menegaskan kalau dramanya sama sekali bukan bagian dari Northeast Project China. Konsep dramanya cuma dunia fiksi di mana Dinasti Joseon masih bertahan sampai abad 21 dalam bentuk monarki konstitusional.
Masalah mulai besar setelah episode 11 karena adegan penobatan Ian:
- memakai mahkota gu-ryu-myeon-ryu-gwan yang identik dengan simbol negara tributary/bawahan China,
- lalu meneriakkan cheonse
Banyak penonton Korea merasa itu membuat Joseon terlihat seperti negara bawahan Tiongkok, apalagi adegannya dipakai netizen China untuk narasi sejarah mereka.
Park Jun Hwa bilang itu murni karena kurangnya pemahaman sejarah dari pihak produksi, bukan niat untuk merendahkan kedaulatan Korea. Dia mengaku terlalu fokus mereproduksi bentuk upacara Joseon secara visual, tapi gagal menunjukkan bahwa Joseon tetap negara yang merdeka dan berdaulat.
Soal tuduhan unsur budaya China lain: dia bilang peralatan teh di drama sebenarnya teh modern biasa, bukan tea ceremony China dan karakter Hui Ju bukan membenci hanbok, tapi dibuat sebagai simbol budaya modern yang kontras dengan keluarga kerajaan.
Saat ini pihak MBC telah menghapus adegan penobatan episode 11 drama Perfect Crown. Karena harus diterapkan ke banyak platform, prosesnya akan memakan beberapa hari.
https://t.co/xCqBSuRuEi
https://t.co/oPWu6grWw0
9 untaian dan "cheonse" memang sudah sesuai jika bentuknya kerajaan. tapi "kesesuaian" itu malah secara tidak langsung menyatakan bahwa di abad 21, Korea masih belum berdaulat. ya jadi marah dong, ibarat kata Indonesia masih jadi kerajaan, tapi masih tunduk sama Belanda/Jepang 🙃
di #PerfectCrown terlihat seperti masih di bawah bayang-bayang Kekaisaran Tiongkok. Sehingga walau fiksi, penulisnya seakan tidak mengikutsertakan perubahan pada masa Raja Gojong (raja terakhir Joseon) yg menjadikan Korea bebas dari bayang-bayang Tiongkok. cmiiw, ini opiniku