sbnrny ketakutan terbesar gue bkn gagal dlm karir dan kekurangan secara materi ketakutan gue adalah life wore me down enough that i forgot all empathy and compassion that i completely stripped away from my hablumminannas and became one of #them
Istrinya gak pernah marah.
7 tahun nikah. Gak pernah teriak. Gak pernah banting pintu. Gak pernah nangis di depan dia.
Tiap ada masalah, dia cuma bilang: "Ya udah."
Tiap dia lupa anniversary, istrinya bilang: "Gak apa-apa."
Tiap akhir pekan dia main futsal dan istrinya sendirian sama anak,
jawabannya tetap: "Santai aja."
Dia bangga. "Istri gue tuh kalem. Gak ribet. Gak drama."
Dia cerita itu ke temen-temennya kayak prestasi.
Sampai suatu malam, dia nemuin sesuatu di HP istrinya.
@karirfess Privilege terbesar orang kaya itu bukan tas atau mobil, tapi kesempatan buat jadi versi terbaik dirinya.
Lebih gampang jadi “wanita lembut, sabar, humble” kalau hidup aman, ayah fungsional, ibu waras. Emosional dan financial terpenuhi, .
Virtue is easier when life is kind to you
Saya sih nggak terlalu kaget soal isu sensitif istana yang lagi beredar. Yang justru bikin saya kaget adalah fakta bahwa ternyata Komdigi bisa secanggih itu.
Bisa gerak cepat. Bisa responsif. Bisa menekan platform besar. Bisa bikin akses media sekelas YouTube/Google ikut kena tindakan (walaupun masih bisa diakses lewat VPN h3h3). Bisa bikin pernyataan resmi (padahal target subyek pembahasan di video bukan Komdigi, tapi Komdigi rela nyebokin).
Bahkan bisa sigap ambil langkah hukum dan bisa bypass aturan MK soal pedoman UU ITE yang nggak bisa digugat oleh badan/instansi.
Berarti kemampuan teknisnya ada.
Dan kalau kemampuan itu memang ada, harusnya ruang digital kita bisa jauh lebih bersih dari sekarang.
Harusnya iklan penipuan nggak semudah itu lewat. Harusnya nomor pribadi masyarakat nggak seenaknya dipakai SMS promosi.
Harusnya data kita nggak gampang bocor lalu dipakai buat nawarin pinjaman, j*dol, investasi bodong, sampai lowongan kerja palsu. Harusnya platform-platform digital yang merugikan masyarakat juga bisa ditindak dengan kecepatan yang sama.
Karena ternyata masalahnya bukan karena negara ini nggak punya alat. Alatnya ada. Jalurnya ada. Kapasitasnya ada.
Cuma selama ini kita terlalu sering melihat teknologi negara bekerja cepat ketika yang terganggu adalah kekuasaan, bukan ketika yang dirugikan adalah masyarakat.
Karena ternyata tombolnya memang ada.
Cuma rakyat sering kebagian tulisan:
“mohon menunggu”.
Tapi yaa kita sama-sama paham lah ya, kenapa isu-isu krusial yang lain terkesan sulit diberantas.
Sekelas warung remang-remang saja mesti "koordinasi" dulu biar bisnisnya tetap jalan.
Paham kan ya..
cc:cakraadinegara
Sebenarnya, anak-anak yang "jago bohong" dari strict parents itu sedang mempraktikkan cara bertahan hidup paling dasar.
Dalam psikologi, ini adalah mekanisme pertahanan diri yang muncul ketika kejujuran tidak lagi menawarkan rasa aman, melainkan ancaman hukuman.
Saat ruang untuk berbuat salah ditutup rapat, otak anak otomatis beralih ke mode survival. Ayo kita bahas:
Matematika itu bukan ilmu berhitung, tapi ilmu bernalar. Hitung2an hanyalah bagian kecil dari Matematika.
Anak2 lemah hitung2an karena langsung diberikan pengetahuan prosedural tanpa pemahaman konseptual. Ada gap yang besar di sini, yg semakin terlihat di masa post-covid.
Jadi gpp kalo orng ga bisa hitung, krn ada yg namanya alat bantu hitung. Yg bahaya itu orng ga bisa bernalar, shg dia ga tau hitungan dia (atau alat bantu hitung tsb) benar atau salah.
every time you replace “this is hard” with “what’s the first step?” you shift brain activity from your amygdala (fear) to your prefrontal cortex (problem-solving).
that’s neuroplasticity in real time.
Terlepas dari gaji cewenya besar atau engga, gue mau menekankan sesuatu disini… cowo tuh kadang (or most of the time) suka lupa (atau simply ignorant aja) kalo manusia yg mau dijadikan pasangan hidupnya itu bukan “entitas kosong”.
Ada kultur, pendidikan, pengalaman, keluarga, lingkungan sosial, dll yg ngebentuk si cewe shg lu bisa ketemu dia dan memutuskan utk menikahi dia skrg.
Lu gabisa meremehkan itu. It takes her lifetime supaya dia bisa jadi versinya skrg.
Consider it as a reminder to you. Good luck.