Komisaris BUMN itu bukan PEKERJAAN BERCANDA
Gajinya saja RATUSAN JUTA, ngga bercanda kan??
Yang bercanda adalah REZIM PRA-GIB yang MENUNJUK KOMISARIS DGN KEMAMPUAN DI BAWAH STANDAR BERBEKAL BUKAN KEMAMPUAN TAPI RELAWAN
BERCANDANYA KEBANGETAN ✅️
WAJAR KALAU RAKYAT MARAH 😡‼️
Ketua BEM SI serukan tolak PSI dan Jokowi di daerah di provinsi masing2. Seru ini.
Tolak Jokowi, tolak PSI, tolak Kaesang. Jokowi adalah sumber segala masalah bangsa
#JokowiLuhutTamat#JokowiLuhutTamat
Sebanyak 560 perusahan BUMN dari total 1.077 mengalami kerugian
PHK marak
Rupiah lemah
Harga BBM naik
52% BUMN Rugi
Pejabat foya foya anggaran
Gaji pejabat besar
Pemasukan minim selain pajak
Lengkap sudah penderitaan Rakyat
Kata SBY waktu masa kampanye, kalau ingin negaranya maju dan sejahtera, suruh pilih prabowo gibran, itu yang ngikutin omongan SBY kira" sekarang pada nyesel ga ya guys?
🏆 Lebih dari 20 nama besar terseret kasus korupsi Makan Bergizi Gratis.
Dari pejabat tinggi, anggota DPR, sampai kepolisian.
Ini daftar nya :
⏬️⏬️⏬️⏬️⏬️⏬️
1. Nanik S Deyang
2. Patris Rumbayan (Ibu Seskab Tedy)
3. Ketua DPRD Jatim dan Jateng
4. Suardi Samiran
5. Jenderal (Purn) Dudung Abdurahman (Kepala KSP)
6. Putih Sari (Anggota DPR Komisi IX)
7. dr Maharani (Anggota DPR Komisi IX)
8. Yahya Zaini (Wk Komisi IX DPR)
9. Wihadi (Wk Banggar DPR)
10. Cucun Ahmad (Wk DPR)
11. Bima Arya (Wamendagri)
12. Afriansyah Noor (Wamenaker)
13. Ahmad Riza Patria (Wamendes)
14. Felly Estelita Runtuwewe (Ketua Komisi IX DPR)
15. Dek Gam (Anggota DPR)
16. Muslim Ayub (Anggota DPR)
17. Fitroh Rohcahyanto (Wakil Ketua KPK)
18. Apsari Dewi (Kajari Purwakarta)
19. Kombes Sumarni (Kapolres Bekasi)
20. Irma Chaniago (Anggota DPR)
21. Uya Kuya (Anggota DPR)
22. Lula Kamal (PIC Menko Pangan)
23. 2 Orang Kolonel usulan AHY
24. GAMBI dan Kadin
⏬️
Draft:
Selama aksi demo hampir tidak ada TV nasional yang meliput.
Tapi menjelang malam, ada massa yang tidak jelas tiba-tiba muncul dan mulai berbuat anarkis, TV mendadak breaking news, disiarkan secara live, dengan narasi seolah-olah inti dari demonstrasi adalah kerusuhan.
ALHAMDULILLAH
NGGA IKUT PILIH MEREKA ✅️
Benar kata bung Tiyo Ardianto "memilih pemimpin yg bodoh adalah kesalahan,tapi membiarkan pemimpin tersebut msh berkuasa adalah kebodohan"
Kejadian mengenaskan dilakukan dua anak SMP kepada seorang anak lelaki umur 6 tahun dengan menyetrumnya di tiang listrik..
Knapa negeri ini banyak anak² biadab macam ini? Salah asuh orang tua?
Ato ini potret global moralitas bangsa ini?
Gara-gara riuh tepuk tangan orang-orang Hipmi pada saat prabowok salah dalam melakukan penjumlahan 10 + 6, kami jadi meyakini kalau Hipmi hanyalah himpunan orang-orang idiot.
Mungkin anda belum tahu:
Oknum polisi berpangkat kompol berinisial RC memperkosa istri rekannya sesama polisi.
Oknum polisi tsb divonis penjara 4 tahun tapi setelah bebas tetap berdinas.
Saat ini sang oknum berdinas di polda Jambi.
Hebat bukan?
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.