1. Awalnya dr wa terus diinvite ke dalam grup telegram, ngaku dari accurate creative (perusahaan media partner iklan dan pemasaran) dia ngasi tugas buat like+subscribe channel youtube para mitra dari perusahaan itu. ibarat naikin traffic akun pake bot tapi ini real user asli.
I'll never know anyone remotely like Robbie again. He was an incredible talent, a complete one off, and I was beyond fortunate to know him, work with him and laugh my head off with him. I send my love and deepest condolences to his family, above all his children.
Tapi kalau kita balik badan dan memutuskan untuk hadapi, ternyata kadang masalah tidak seberat itu. Ternyata boleh jadi kita lebih kuat dari masalah itu. Sampai akhirnya masalah selesai dan kita tidak lagi dihantui beban masalah.
Waktu itu di ruang bawah rumah, dua sepupuku yang masih SD sedang berkelahi. Adu jotos. Yang satu memulai memukul yang satunya lagi merasa dipukul dan ingin membalas. Yang memukul duluan lantas langsung kabur dan lari memunggungi lawannya.
Cerita tadi adalah sebuah analogi. Sepupuku yang lari dan memunggungi adalah kita sementara yang mengejar adalah masalah. Kalau kita lari dari masalah, mereka tidak akan hilang tapi terus mengejar, sampai dapat memukul sampai babak belur.
Kebayang gaksih kita suka gak sengaja jadi orang yg toxic. Alih alih validasi perasaan org yg kita lakuin malah JUDGEMENT tanpa segan.
Bahkan kadang kita melakukan hal itu ke org terdekat. Kebayang gaksih ujung2nya kita maksa org jd people pleasure.
Another toxic ada aja yg maksa dan seret kita dateng kasi selamat haha hihi basabasi
"Gakpeduli apapun yg lo rasain, itu cuma lo aja yg toxic, iri dengki, gak mampu. Telen pil pahit dan itu derita lo. Kasi doa terbaik utk yg lulus dia berhak dapat itu :)"