Pernyataannya agak keras, tapi ada bagian yang memang perlu diluruskan juga biar gak misleading.
Pertama, konsep KHL itu memang ada dan jadi salah satu acuan. Tapi penetapan upah minimum gak cuma berdasarkan KHL aja. Ada faktor lain seperti pertumbuhan ekonomi, inflasibdan kondisi usaha di daerah tersebut.
Kedua, upah minimum itu sebenarnya batas paling bawah, bukan angka ideal untuk hidup nyaman. Makanya sering terasa belum cukup, apalagi di daerah dengan biaya hidup naik cepat.
Ketiga, soal selisih kayak contoh tadi, itu realita yang banyak dibahas juga. Tapi bukan berarti sengaja memiskinkan, lebih ke tarik-menarik antara kesejahteraan pekerja dan kemampuan perusahaan. Kalau dipatok terlalu tinggi, ada risiko perusahaan gak kuat dan malah PHK.
Jadi masalahnya bukan sesederhana negara memelihara miskin, tapi lebih ke sistem yang memang belum sepenuhnya bisa ngejar standar hidup layak untuk semua orang. Tetap valid kok kalau merasa upah sekarang belum cukup dan itu justru jadi alasan kenapa isu ini terus didorong buat diperbaiki 🙏
kalian percaya ga ternyata selama ini kalian itu pelihara miskinnya oleh negara? dikasih upah tidak layak dengan sengaja dan legal.
Jadi gini ada kajian dari gabungan lintas lembaga ada Kementerian Ketenagakerjaan, DEN, BPS dan ILO menghitung secara akademis mengenai KHL.
"KHL : Kebutuhan Hidup Layak"
intinya KHL ini adalah hitungan untuk orang bisa hidup layak lah dalam 1 bulan yg mempertimbangkan dari bahan pokok, keperluan rumah tangga dll.
harusnya Penetapan Upah minimum angkanya diatas kebutuhan hidup layak dong?
karena kalo penetapan upah minimumnya dibawah KHL masyarakatnya hidup dengan tidak layak dong?
Nah itu dia, penetapan upah minimum ini masih banyak yg di bawah kebutuhan hidup layak di masing masing daerahnya.
Contoh Jogja
Hidup layak dijogja itu minimal : 4,6 jt
tapi penetapan upah minimum nya adalah : 2,4 jt
selisihnya : 2,2 jt
nah yaudah deh tuh kalian di biarkan hidup ga layak dengan gaji 2,4 jt dan itu dilegalkan negara dengan ketetapan upah minimumnya.
Kalau lihat arah sekarang, yang menjanjikan itu biasanya yang ikut perkembangan teknologi dan tetap butuh manusia. Beberapa yang kelihatan kuat 5–10 tahun ke depan:
1. Digital & Tech: data analyst, UI/UX, cybersecurity, AI-related
2. Kesehatan: tenaga medis, caregiver
3. Bisnis & kreator: jualan online, personal branding, content creator
4. Skill praktis: tukang ahli, teknisi (justru makin dicari)
@bgkiting Relate banget! Foto blur, foto makanan, foto random, semua terasa penting. Padahal 90% gak bakal dibuka lagi, tapi tetap aja siapa tau nanti butuh 😂
@acasrkive Aku pilih punya waktu banyak dulu sih karena kalau masih ada waktu, masih ada kesempatan buat cari uang. Tapi kalau udah punya uang tapi gak punya waktu, mau dinikmatin juga susah 🥲
@MuhadklyAcho Wkwk iya sih, keliatan banget kalau dikelola sama orang-orang yang ngerti apa yang mereka lakukan. Makanya BCA bisa konsisten rapi gitu, dari layanan sampai sistemnya
@rsngprad WKWK plot twist kehidupan 😭
Kita sibuk ngasihanin orang, taunya dia yang lebih sejahtera 🥲
Emang ya, penampilan suka ngeprank. Jadi belajar jangan gampang menilai dari luar, bisa jadi yang keliatan biasa aja justru lagi santai menikmati saldo tebal 😂
Lucu ya! Kita sering nunggu mood bagus baru mulai sesuatu.
Nunggu semangat.
Nunggu waktu luang.
Nunggu semuanya terasa pas.
Padahal kenyataannya yang berhasil itu bukan yang selalu siap, tapi yang tetap jalan walau lagi males. Motivasi itu datang belakangan. Disiplin dulu yang jalan.
Mulai aja dulu. Walaupun kecil, walaupun belum sempurna. Karena seringnya, yang kita butuhin bukan mood bagus tapi keberanian buat mulai.
That statement definitely hits hard, but I think it needs to be looked at more carefully. Nayib Bukele often uses strong rhetoric about security, and a lot of people feel it reflects real fears about crime.
At the same time, human rights aren’t just about protecting criminals, they’re also there to protect ordinary people from abuse of power. Ideally, it shouldn’t be framed as one versus the other, but as something that needs balance: public safety and human rights should go hand in hand.
Because if the focus is only on being tough on crime without proper safeguards, there’s always a risk that innocent people get caught up in it too. It’s more complex than a simple black and white issue.
El Salvador President Bukele:
“They are worried about the human rights of the k*llers. What about the human rights of the women who don't want to be r*ped? Or the kids who want to safely play in the park?”
Haechan kuat di depan semua orang, tapi tetap punya satu orang tempat dia runtuh tanpa harus jaim dan itu Mark Lee. 13 tahun bukan waktu yang sebentar, wajar kalau akhirnya bukan cuma teman, tapi jadi sosok kakak, tempat pulang, tempat cerita.
haechan bilang, dia hampir ngga pernah nunjukin dirinya nangis ke member kecuali pas lagi perform. tapi ternyata dia nangis waktu lagi teleponan sama mark…
buat haechan, mark itu bukan sekadar member, tapi lebih kayak kakak.
selama 13 tahun dia banyak banget bergantung sama mark, dan karena semua orang juga tahu itu, terus haechan bilang makasih karena banyak yang udah khawatirin dia 🥹