Maju sinih yg pengen Gyokeres dituker Alvarez cok 😡
Inget pengorbanan yg die lakuin waktu saga transfernya supaya deal sama Arsenal.
Baru semusim, bawa 1 piala dan 21 gol. Baru juara sekali aja begayaan minta tukar tuker Alvarez 👎👎👎
@IDGoonerscom Dulu rumor vlaho+locatelli, statemen Arteta dengan tegas tidak mengejar karena pemain tidak mengidamkan Arsenal. Sekarang si JA maunya ke Barca kok ngebet banget yak? Bahkan swap deal gyo yg baru semusim di Arsenal?
Jual ponsel, tetapi tidak mencantumkan harga. Saat ada yang menanyakan harga, dijawab "DM saja Kak."
Saya jadi penasaran. Mengapa harus begitu? Bukankah lebih baik langsung mencantumkan harga atau setidaknya menjawab pertanyaan terkait iklan itu di lini masa?
🚨🔴⚪️ Christos Tzolis to Arsenal, here we go! Deal signed between the two clubs for €40m fee, Club Brugge authorize Christos for medical.
New winger for Arteta as Tzolis only wanted Arsenal, saying no to other clubs. Deal done, as @dimitrismanakos reported.
👀 #AFC also working hard on Morgan Rogers behind scenes.
💩Tuchel si penakut (?) no offense ya.
sejak awal pemilihan pemain, feeling kalau Inggris cuma akan memproduksi lelucon itu udah terasa.
tanpa salah satu dari Foden dan Palmer, Tuchel memilih Madueke. sebuah pilihan yang bikin kita semua angkat alis.
bahkan banyak fans Arsenal saja kaget sama pilihan Tuchel. no offense buat Madueke yang sebetulnya nggak buruk di mata saya, tapi Inggris butuh variasi.
⏳
no offense juga untuk Mainoo. jujur saja saya rada aneh dengan pemilihan pemain mid.
kalau profil pemain andalan kayak Declan Rice, kenapa bawa Mainoo. kenapa bawa kalau nggak dimainkan.
padahal, lagi-lagi di mata saya, Mainoo ini bisa ngasih game play berbeda ketika duet dengan Elliot.
no offense buat fans Manchester United, bukan lantas Mainoo jelek ya, tapi Tuchel nggak punya nyali untuk bermain dengan gaya yang lain.
⏳
Pemilihan Tuchel juga terbukti sesat ketika melawan Argentina.
no offense, Tuchel bilang ini game terbaik Inggris di Piala Dunia tapi buat saya ini cuma wujud orang penakut saja.
Tuchel, ketika skor 0-0 bahkan 1-0, kenapa nggak sadar kalau Inggris bisa mengimbangi Argentina. dan bisa bikin peluang juga sebelum mereka memutuskan untuk piknik di depan gawang sendiri.
⏳
Ini fakta yang terjadi:
- selama 31 menit antara gol Gordon dan penyeimbang dari Enzo, Inggris cuma 12% megang bola.
- sentuhan mereka cuma 9 di sepertiga akhir lapangan, 165 SENTUHAN LEBIH DIKIT dari Argentina.
Ini bukan bertahan low block. ini cuma pameran rasa takut aja dari Tuchel.
Katanya, Tuchel kagum sama Arsenal. tapi, yang ditiru adalah kegagalan Arsenal di final UCL. ketika bertahan terlalu dalam dan ngasih lawan banyak ruang untuk bikin peluang.
⏳
no offense ya untuk fans Arsenal. tapi bertahan total itu tidak berakhir baik. apalagi kalau lawannya Argentina.
faktanya, Argentina memang punya senjata nulir di sepak bola bernama mental juara. mereka nggak butuh main cantik dan "terorganisir" dengan baik.
Argentina butuh ruang, di mana tercupta karena lawan yang terlalu takut untuk terus mencoba menyerang.
⏳
Inggris menggali kubur sendiri setelah mengganti Gordon, lalu Declan Rice.
tanpa vocal point untuk nyerang dan koordinator pertahanan di depan kotak penalti, Inggris kehilangan solusi.
no offence untuk fans Barcelona dan Inggris, ya. Gordon dan Rice kalu udah mencapai batas, ya nggak lantas main 6 bek juga.
no offence buat timnas Inggris.
kalau memang no offence, ya jangan gali kubur sendiri dengan ngasih Messi hadiah bernama "ruang gerak".
Messi dikasih ruang gerak itu kayak naga dikasih air hujan di mitologi China. ngamuk dan jadi tahan lama.
no offence ini, Tuchel. kalau penakut mending mundur aja.
no offence ini, timnas Inggris, memang nggak berani untuk offence
mereka milih menggelar tikar piknik di depan gawang dan melihat Messi menari-nari mencari Lautaro di ujung kepala Dan Burn.
Burn, England, Burn.
no offence, Tuchel
izin 🙏
Xhaka ke Chelsea, so?
Sebetulnya nggak mau komentar lagi soal bergabungnya Xhaka ke Chelsea. Cek qrt saya di timeline @InsOArsenal.
Tapi, cukup banyak Gooners yang sepertinya masih nggak terima Xhaka ke Chelsea. Buat saya, ini hal yang wajar saja dalam sepak bola. Kita pernah ditinggal mantan kapten, yang meninggalkan rasa getir di lidah.
Xhaka pergi dari Arsenal secara baik-baik. Gooners pernah "bermusuhan" dengan Xhaka, tapi api itu padam dan semuanya membaik. Bahkan dia hampir juara sebelum pindah ke Bayer Leverkusen. Dan dia juara di sana.
James Rodriguez, legenda Kolombia, selalu menjawab "YA" ketika Carlo Ancelotti memintanya bergabung. Ke Bayern dan Everton. Faktor kecocokan dengan pelatih itu besar sekali bagio karier pemain.
Xhaka dan Xhabi, well, namanya sama-sama diawali huruf X. Jangan-jangan Rachel Vennya terinspirasi nama kedua orang itu sebelum memberi nama Xabiru ke anaknya.
Hai Xabiru, om di sini 🤣🤣🤣🤣🤣
Balik ke Xhaka-Xabi, well, keduanya memang dekat dan cocok. Leverkusen itu juara Bundesliga dengan cara yang spektakuler: Unbeaten. Nir kalah. Sama kayak Arsenal tercinta.
Jadi, ketika Xabi menelepon, nggak heran kalau Xhaka langsung jawab: Si, senor.
Kalau Arteta menelepon, ya bisa saja Xhaka balik karena hubungan keduanya baik. Xhaka akan menjawab: Yes, dictator.
Intinya, bermain untuk pelatih yang memahai kamu, dan bisa membantumu mengeluarkan kemampuan terbaik, itu menyenangkan. Ya sama kalau kamu diajar oleh guru favorit, pasti betah.
Nah, di sini, fans Arsenal patut waspada. Di usia 34 tahun, Xhaka itu belum habis. Dia mungkin tidak bisa lagi berlari seperti dulu. Namun, bukan lari yang paling berbahaya dari trait Xhaka.
Yang berbahaya adalah kualitas serta jangkauan umpan vertikal dan diagonal. Lalu, leadership dia juga jempolan. Kemampuan ini bisa membuat Chelsea semakin variatif.
Apalagi kalau ENZO JADI DIBELI REAL MADRID, ya kan @SeputarMadrid@realmadridindo1@Windekind_Budi. Saya tag Mbah Bud biar dia kesel Nico Paz dilepas Madrid ke Como, bukan Inter HEHE.
Terlepas dari Mbah Bud, eh terlepas dari itu semua, saya tidak ada masalah melihat Xhaka mengenakan seragam Chelsea. Dia sudah memberikan semuanya untuk Arsenal dan membuka chapter baru dalam hidupnya.
Usia sudah 34 tahun dan masa edar Xhaka mungkin tak lama lagi. Mungkin, dia ingin mengakhiri karier bersama pelatih yang paling dia cocok dan mau memakai jasanya.
Satu-satunya penyesalan saya adalah Xhaka tidak juara Liga Inggris bersama Arsenal. Setelah semua yang terjadi between us, dia layak dapat juara di Arsenal.
Hal ini juga menegaskan bahwa Arsenal sendiri sudah move on dan berhasil upgrade lini tengah sepeninggal Xhaka. Begitu dari saya.
Good luck, Granit. Semoga bahagia bersama Xabi.
Gimana dengan kamu? Masih sedih dan emosi?
Sing tenang, bes....
#COYG
#Arsenal
Di Jerman, siaran Piala Dunia pake overlay diatas pemain yang lagi pegang bola, ada radar (mini map), dan live-data lainnya sepanjang pertandingan.
Bener2 kaya main game bola. 🤯