๐ฆอ๐อ๐กอ๐อ๐กอ๐อ๐จอ๐กอ๐อ ๐ อ๐ อ๐อ๐ฉ โญ Raganya terbelenggu oleh menara sunyi bersama jiwa yang tumbuh dari luka dan dusta.
Hari kelima. I am feeling better. Sudah mau makan, alhamdulillah ketelen makanannya. Bitha, teteh kuat kan ini udah mau makan. Walau belum bisa senyum kaya biasanya. Bitha, kamu udah makan belum? Teteh jadi kepengen kimbap yang kamu bikin waktu itu, walau visualnya kurang menarik
ใ ค
๏ธใ ค
( Proyek itu kerja kolaborasi, bukan panggung buat diri sendiri supaya merasa paling tinggi sementara nyatanya masih butuh manusia lain untuk bantu eksekusi. Drop your ego. Just be kind, it's not that hard. )
๏ธ๏ธ ๏ธใ ค
๏ธ๏ธ ๏ธใ ค
Dear Naraya (@Merungkup)
This email contains your early monthly relationship report.
Please check the link below.
๐ https://t.co/JrKz7z6QIy
Best regards,
Nathan
Chief Executive Officer (CEO)
Tidak berniat untuk membacanya lebih lanjut karena Vivienne sadar jika itu adalah privasi Tsabitha dan tulisan itu jelas ditujukan untuk si sulung Bhagawanta.
Vivienne langsung memberikan kertas-kertas itu pada @topengsemu
Ada beberapa kertas yang terlihat kusut di bawah tempat tidur Tsabitha saat Ibu Rini meminta tolong Vivienne untuk membersihkan kamar anak bungsunya.
Tidak berniat membuangnya, Vivienne membuka kertas itu, kalimat pertamanya adalah 'Teteh' (https://t.co/srjYdSzna4)
Bith, enak banget tidur di rumah barunya ya? Bitha belum tidur di rumah teteh yang baru. Bitha enak ga istirahatnya? Udah ga sakit lagi ya Bith? Bitha, kamu kangen ga sama teteh? Ga mau dateng ke mimpi teteh? Teteh belum peluk Bitha yang erat. Kita di Paris belum shopping loh.