His account was deleted along with many photos and videos documenting the genocide by the occupation forces. He was targeted and killed by gangs backed by the occupation.
His death was a message, and they want to erase him from memory.
Yang memakai segala cara untuk menertibkan keadaan, dijanjikan naik pangkat. Yang bingung harus pakai cara apa lagi untuk meminta keadilan, dibuat naik pitam. Hari ini, saya harus mulai belajar menerima fakta bahwa saya mencintai negeri ini tanpa dicintai balik
Masih marah membayangkan adegan sadis semalam. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk Affan Kurniawan 🥀
Selamat ulang tahun untuk @DPR_RI. Semoga hari ini kalian bahagia. Serta. Mulia.
Tidak usah membandingkan siapa dg siapa, kamu tdk tau apa yg sudah dia lalui dan dia tdk tau apa yg sudah kamu lalui, semua ada jalannya masing-masing, be humble and be wise!