“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Guys Rafah hilang. Champign "All eyes to Rafah" dua tahun lalu yang direpost jutaan orang itu nggak ada bekasnya. Februari ini seluruh kota di bawah kendali Israel.
Sekarang 81% bangunan di Gaza udah dirusak sama mereka ☹️
Jangan berhenti speak up, usahakan terus boycot.
Di Gaza, hampir tiga ribu warga Palestina dilaporkan “lenyap” tanpa jenazah saat Israel membombardir Palestina sepanjang perang dari 7 Oktober 2023.
Investigasi terbaru Al Jazeera menyebut, Israel menggunakan senjata berpanas ekstrem untuk menyerang Gaza dan asal senjata itu dari Amerika.
Apa saja temuan investigasi Al Jazeera?
| Narasi Daily
“Some scholars and scientists estimate the real death toll in Gaza at 680,000.”
“If confirmed, 380,000 of them are infants under five.”
—Francesca Albanese, UN Special Rapporteur
The media won’t tell you this, but Israel has now killed 680,000 Palestinians in Gaza.
479,000 of them were children.
This is a holocaust.
Repeat it. Spread it. Let the world know.
Saya pernah menonton video @kokbisachannel tentang salah satu alasan Israel terus menyerang Palestina.
Jadi ceritanya Israel ikut pameran teknologi udara terbesar di dunia tahun 2009. Salah satu teknologi yang dipamerkan adalah drone pembunuh.
Gilanya, video pameran yang diputar bukan hanya simulasi, tapi rekaman nyata Drone itu beroperasi di langit Palestina. Setiap darah yang tumpah dan bangunan yang hancur akan menjadi portofolio. Teknologi yang dihasilkan tidak bisa disebut uji coba, tetapi telah terbukti nyata.
Artinya, Palestina bukan sekadar “penjara” raksasa, tapi juga laboratorium eksperimen teknologi militer terkini. Masyarakat di sana bagaikan “kelinci percobaan” yang terus mengusik rasa kemanusiaan.
Jadi apa salah satu alasan Israel menyerang Palestina tanpa henti? Salah satu jawabannya adalah bisnis militer yang kemudian dapat mempengaruhi kebijakan politik luar negeri suatu negara. Teknologi yang dijual ke negara lain itu seakan-akan jebakan membeli kucing garong dalam karung emas.
@BoardOfPeace I am Indonesian. I support Palestine. My government is NOT representing me on Palestine issues.
Prabowo Subianto, may u root in the most deepest hell. Zionist DID NOT deserve anything at all.
Takut Trump & Zionis ✅
Takut Tuhan ❌