Mahasiswa masa aksi di tugu Digulis Pontianak mendapatkan intimidasi dan tindak kekerasan fisik oleh ormas dan kader PAN.
Gelombang aksi hari ini direncanakan akan lebih besar dibanding kemarin.
Tandai mukanya bang jago dari PAN ini,,,
#ViralForJustice#BongkarDanaSawitBPDPKS#AtasiKARHUTLA
DANA SAWIT Rp176,1 TRILIUN: KORPORASI NIKMATI SUBSIDI, HUTAN TERBAKAR! APAKAH PENYITAAN Rp11โ13 TRILIUN CUKUP UNTUK MENUNTASKAN PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM?
Tonton sampai selesai yaaa Bestyyy! ๐
Yg aku suka dari RG adalah totalitas..
Sewaktu jdi oposisi dia galak, meraungยฒ, setan mungkin takut..
Pas masuk sirkel Prabowo dia jadi penjilat ulung, sampeยฒ lantai istana licin kena air liurnya..
6 aktivis Greenpeace sempat ditangkap setelah spanduk protes krisis iklim di Bundaran HI Jakarta dicopot aparat dan akhirnya aktivis dibebaskan.
Lalu gerakan Rp10.000 per orang diusulkan warganet untuk patungan menayangkan spanduk Greenpeace di Times Square New York agar kondisi Indonesia diketahui dunia.
Gass gakk nihhh.๐ฅ
Cc kasitau.jakarta
@aniesbaswedan Makanya bapak itu tidak cocok tinggal diindonesia yang tidak membutuhkan orang pintar dan cerdas,bijak dan berilmu tinggi.
Diindonesia cocoknya Penjilat,Penghianat,Penjahat dan Koruptor dan biarlah kami hidup bersama mereka untuk sekedar tahan mental.
Kuota habis dalam tiga menit, lalu yang tidak kebagian kursi tetap datang dan menunggu di luar! Begitulah teman-teman diaspora dan PPI Edinburgh menyambut diskusi kami di Old College, University of Edinburgh, Minggu kemarin.
Panitia sampai harus mencari ruangan yang lebih besar. Karena hari Minggu, ruangan harus sudah bersih dan ditutup pukul lima sore, padahal diskusi masih berjalan hangat. Maka kami pun keluar dan melanjutkan diskusi di tangga Old College.
Gedung ini mulai dibangun tahun 1789, di masa Pencerahan Skotlandia, ketika Edinburgh ramai dengan perkumpulan diskusi tempat orang beradu gagasan soal ekonomi, kota, dan kehidupan bersama. Sore itu, tangga yang sama dipenuhi anak-anak muda Indonesia yang duduk ngemper, bertanya, menyanggah, dan tertawa bersama. Rasanya seperti rembug di serambi kampus waktu kami kuliah dulu.
Kami membahas kota dan masa depannya, juga situasi terkini di tanah air dengan pertanyaan-pertanyaan yang kritis. Di setiap pertanyaan tersirat rasa cinta dan kepedulian pada Indonesia, serta tekad untuk ikut membuatnya lebih baik. Walau jauh, mereka tetap memikirkan rumah.
Terima kasih PPI Edinburgh, Karsa City Lab, dan semua yang hadir, di dalam ruangan maupun di tangga Old College. Sampai jumpa lagi!
Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Sadar (Seruan Kedaulatan Rakyat) menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10/2026).
Dalam aksi ini mereka membawa lima tuntutan. Kelima tuntutan itu adalah sebagai berikut:
1. Menetapkan Karhutla dan Bencana Banjir sebagai bencana nasional, menjamin dan memulihkan kesehatan warga, serta mengadili dan mencabut izin korporasi yang bertanggung jawab dalam krisis ini.
2. Memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi dan mengembalikan kepercayaan pasar.
3. โ Menghentikan pembatasan kebebasan berpendapat.
4. โ Memberantas maraknya praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).
5. โ Menurunkan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang mahal, serta memberikan akses yang merata bagi seluruh rakyat.
Kreatif: Rega Almuhtada
Produser: Akhdi Martin Pratama
#Demo #TuguTani #Jakarta #review
Students and activists protested across Indonesia over rising living costs, economic concerns and forest fires linked to land clearing for palm oil plantations.