always check your own attitude too. it's not always the world around you, sometimes you are the toxic person. understand that you make mistakes and can hurt people. understand that there are things you need to work on. apologise, unlearn, and relearn, that's growth
Yang punya GMAIL pasti pernah dapet notif storage full trus ujung2nya disuruh langganan google one hahaa.
Kalau emg google one nggak butuh2 amat, mending lo bersihin gmail nya dulu kayak gini:
"gapapa kok gak usah merasa telat, pelan-pelan aja." gua mah emang gak papa jir? tapi ekspektasi orang tua gue, keluarga gue, sodara gue, buyut gue, pahlawan yang udah memerdekakan indonesia (meski dijajah lgi), belum lagi perasaan guilty karena masih "numpang" sama orang tua? ๐ณ
Knetz ini cerita soal alasan kenapa orang tuanya jarang berantem selama jadi suami istri.
Suatu hari ayahnya salah jalan saat menyetir sampai jauh banget. Bukannya marah, ibunya malah bilang, โMalah bagus dong, jadi bisa lewat jalan yang belum pernah kita lewati dan lihatin pemandangan baru.โ
Sebaliknya, pernah juga ibunya udah masak semua lauk tapi lupa pencet tombol rice cooker. Ayahnya nggak ngomel, malah langsung pakai jaket dan keluar sambil bilang, โTunggu, aku ke minimarket beli Hetbahn (nasi instan). Kebetulan lagi pengen makan nasi hangat.โ
Menurut OP, keluarga yang harmonis bukan berarti nggak pernah punya masalah, tapi ketika masalah datang mereka nggak sibuk mencari siapa yang salah. Mereka justru langsung cari solusi dan bikin suasana tetap ringan.
Gue belajar sesuatu dari psikiatris:
Kalau kita tipe yang gampang baper, suka menyendiri pas lagi stress, terus punya sifat perfectionist, tapi di saat yang sama suka nunda-nunda kerja, artinya kemungkinan besar kita punya โinner childโ yang terluka dan trauma dari masa kecil. Biasanya muncul karena perasaan ditinggalin, ditolak, atau merasa gak dihargai. โค๏ธโ๐ฉน
Ternyata ini ada penelitiannya!
Strategi adulting dengan "never asking why" ini namanya adalah radical acceptance. Penelitian menunjukkan bahwa strategi ini bisa membantu kita untuk regulasi emosi dengan lebih baik, sekaligus mengurangi mood negatif.
Penerimaan terhadap kondisi yang kita alami dapat melindung kesehatan mental dan meningkatkan ketenangan hidup.
Semoga bermanfaat!
Sumber Ilmiah:
The benefits of radical acceptance of reality as a standalone strategy for emotion regulation.
โnama pemain jumlahnya ratusan kamu hafal, giliran aku cerita sesuatu kamu lupaโ
i pray that all of you sweet, thoughtful women never have to know and be with a man like this :/
Baru males-malesan, tiba-tiba nemu kalimat ini :) :
โKematianmu, akan datang di hari-hari biasa, disaat rencana-rencanamu yg blm selesai, dan dunia akan tetap berjalan tanpamu. Jadi, hiduplah lebih beraniโ
My general rule for feeling mentally well is understanding that the more I judge others negatively, the more I anticipate negative judgement from others. Practicing kindness and leniency and forgiveness has no guarantee of reciprocation, but it puts you in a better state of mind.
Saranku bagi kalian mau slow living. Kalian kerja di Perusahaan Migas, misalnya PT Badak di Bontang. Memang kerjanya masuk jam 7 pagi, tapi bisa berangkat jam stgh 7. Terus jam 4 sore kalian sudah di rumah, bisa melakukan hobi gratisan, misalnya diving, bowling, tenis sampai berenang. Sekolah gratis, listrik gratis, dapat perumahan. Ada uang cuti. Kerjaannya yang penting nggak telat kerja dan nggak melanggar aturan perusahaan. Sudah tinggal nikmati hidup tanpa kuatir apapun.
cc : nonimortuary
Ada queer lu katain, ada org nikah telat lu katain, ada org nikah muda lu katain, ada org childfree lu katain, ada wanita karir lu katain, ada ibu rumah tangga lu katain. Kalo perempuan yang memilih hidupnya dikomen mulu, tapi laki bebas milih. ANEH
sebenarnya manusia itu ga punya kapasitas untuk tau isi hati orang lain. jadi, mari menormalisasikan bertanya, mengungkapkan perasaan, keinginan, dan harapan. berdiskusi untuk menyelesaikan masalah jauh lebih baik daripada diam.