orang yang sepertimu itu banyak, lantas kenapa kamu ingin aku menunjukan responku terhadap mereka kepadamu?, tolong jangan persempit jalanmu karena adanya peranku dihidupmu, maaf kamu tidak seberharga itu.
di titik tertentu, aku juga begitu
menangis tersedu sedu, memunguti puing puing kehancuran diriku satu persatu,
saat itu-- saat merenungi betapa hancur, sakit, muak, dan bencinya hatiku atas ketidakberdaayaanya diriku, yang bisa kulakukan hanya menerima,
kalau dipikir pikir, sebenarnya ada banyak yang aku takutkan,
aku menarik diri,
aku kabur,
aku menyembunyikanya sendiri,
aku berlagak seolah olah semuanya berjalan normal,
dan tanpa ku sadari aku menjalani hari hariku terus seperti itu,
sekilas saja seperti cahaya yang melesat,
aku pikir aku sudah membaik, aku sudah berusaha tetapi aku gagal, sampai saat ini aku masih memikirkan dan mencoba memahami apa yang salah pada diriku?, mengapa aku tidak pernah cukup baik untuk siapapun.
bermain di balik bayangan tak perlu menunjukan siapa jati dirimu, seberapa hebat dirimu dan siapa diebelakangmu, sisakan sedikit misteri, biarkan mereka beropini dengan pikiran bodohnya
kamu kok seberani itu to zii?,
aku gapunya apa-apa, aku nggak punya orang yang aku sayang, dan aku nggak tau kedepanku itu bakal gimana jadinya, bahkan resiko terburuk juga aku rasa nggak buruk buruk amat.
tak banyak anganku, aku hanya ingin mengukir senyum indah pada setiap wajah orang, kenapa terlampau sulit, beragam cara telah ku coba,
lagi lagi berbicara seperti ini, dengan segala kejujuran aku berkata "lelah" pada situasi ini,
dengan lantang aku bertanya
"bolehkah aku bahagia"
selain hilang akal aku juga hilang respect, aku tak menyesali usaha usaha ku pada makhlukmu tuhan, maka anugerahkan mereka pemahaman tentang rasa sesal, syukur, dan rasa malu.
ada seorang anak yang diusap kepalanya, tapi yang runtuh air matanya,
hidup seorang anak yang hidupnya berkali kali dimatikan, anak yang gagal menjadi dirinya sendiri, anak yang tertunda menemukan apa itu arti bahagia,
jangan percaya kebaikanku, aku jahat jika hatiku sakit.