kl pernah ada di lingkungan yg isinya pigheaded boomer boss pasti tau org kyk ted itu bukan caper krn gay tp krn mau climb the corporate ladder dgn ngejilat atasan2nya yg inkompeten dan subjektif ajgg stop sebut dia gay dia itu licik !!!!
Akhirnya gw ngerti kenapa berinfaq itu secara eksplisit ke anak yatim dan miskin.
Bukan tiba2 buka donasi untuk beli hutan. Domain lebih kepada merawat bumi udah tanggung jawab ulil amri.
Jadi ini tuh dikasih 50 ribu buat saldo setoran awal.
50 ribu x 200 juta = 10 triliun.
Plus lain-lain jadi 11 triliun.
Jadi gini Pak, saya ada ide.
Kenapa gak bikin aturan setoran awal ke bank boleh nol atau beberapa ribu rupiah?
Saya bantu itungin:
Jadi 0 ribu x 200 juta = 0 triliun.
Kan Bapak Pemerintah?
Punya segala kuasa dan kemampuan buat bikin aturan yang mengikat ke bank?
Keracunan MBG tuh runyam.
Misal mau laporin ya. Lapor ke siapa?
Lapor ke polisi? Polisinya punya dapur SPPG.
Lapor ke tentara? Tentaranya punya dapur SPPG.
Lapor ke DPRD? Anggota DPRD-nya punya dapur SPPG.
Lapor ke DPR? Anggota DPR-nya punya dapur SPPG.
Lapor ke pejabat terkait? Pejabatnya punya dapur SPPG.
Emang mau ditindaklanjuti laporannya?
Si kontol ini selalu hadir untuk membuat masyarakat pecah fokus. Dia itu cuma tameng pemerintah, tugasnya mengaburkan permasalahan utama. Liat aja pola nya.
Dari dulu, nggak pernah setuju janji2 pemberian bonus miliaran kpd atlet yg berlaga multievent olahraga.
✅Pemberian bonus miliaran jelas populis. Tp kebijakan pemberian bonus ini adalah model kebijakan gunung es yg terkesan melupakan masalah2 struktural di bagian bawahnya.
✅Bonus miliaran itu artinya negara hanya membakar anggaran di ujung proses saat prestasi sudah diraih. Tp nggak serius berinvestasi pada sistem pembibitan, pembinaan atlet, dan penguatan fasilitas sejak awal.
✅Bonus miliaran utk satu atlet nggak akan menyelesaikan problem utama bahwa Indonesia nggak punya fasilitas latihan standar internasional di banyak daerah. Lalu nggak adanya penerapan sport science bagi pembibitan ratusan ribu atlet muda lainnya.
✅Pemberian bonus instan menciptakan narasi seolah2 jadi itu atlet menjamin masa depan. Pdhl sebagian besar atlet yg gagal meraih medali nggak punya jaminan karier, pendidikan, masa pensiun yg layak.
✅Dan ini yg sering terjadi. Pengucuran bonus besar2an malah dimanfaatkan sbg komoditas politik utk pencitraan instan pejabat, alih2 bagian dari blueprint pembangunan olahraga jangka panjang.
Model2 kebijakan Prabowo nyaris gini semua. Populis tp lupa pd soal2 struktural dan mendasarnya. Terlihat hebat tapi kosong melompong.
Dengan jejak dan track record yang sangat gamblang kok ya ada makhluk hidup sehat (yang akhirnya menyesal) bilang:
"Aku juga nggak mengira seburuk ini"
🤣🤣🤣🤣
Di Indonesia saat ini apa sih yg nggak dianggap sepele?
Puluhan ribu anak2 keracunan dianggap sepele.
Penanganan bencana dianggap sepele.
Kematian tragis rakyat kecil penjual cermin dianggap sepele.
Alat negara yg menyiram rakyat dgn air keras dianggap sepele.
Bermain2 pulpen dlm forum dgn kepala negara lain dianggap sepele.
Mendirikan ribuan koperasi tdk jelas arah tujuannya dan buang2 duit negara dianggap sepele.
Bertanya soal akuntabilitas keuangan negara dijawab dgn sepele "Pokoknya ada."
Apalagi cuma tenaga ahli staf kepresidenan yg percaya hoaks dan beropini ngawur?
Emang ada yang serius?
Kalau menurut penyelenggara benar bahwa:
✅Pembayaran fee sudah full.
✅Tiket penerbangan pulang-pergi sudah disediakan.
✅Akomodasi hotel sudah ada.
✅Kebutuhan perjalanan dan hospitality dipenuhi.
✅Kebutuhan teknis yang berkaitan dgn acara juga ready.
Lalu, memutuskan batal terbang dan manggung krn nggak mau reimbursement bagasi pesawat?
Profesional sekali band ini..
Buat pengikut Nabi Ferry. Nabi lu yg intel melayu itu ga pernah nyenggol MBG ya. Karena apa? Karena dia ga bisa "performatif" di sana. Wkwkwkkkw
Berani ga dia bersuara buat anak di Sumut yg sampai lumpuh otak kemarin?
Saya coba cari rujukan saintifik soal ini. Semoga para ahli bisa menambahkan atau mengoreksi jk pembacaan saya keliru.
Intinya, kehilangan ingatan mendadak setelah menyantap makanan memang tidak tepat disebut “kehilangan memori 70 persen”, karena tidak ada ukuran klinis standar yang menyatakan memori seseorang hilang sekian persen. Namun, jika gejalanya benar misalnya tiba-tiba bingung, tdk mengenali anggota keluarga, mengalami gangguan orientasi dan memori, setelah makan MBG, bisa jadi telah terjadi acute encephalopathy atau delirium, yaitu gangguan fungsi otak yang berkembang cepat dan dapat dipicu toksin, gangguan metabolik, infeksi, kekurangan oksigen, gangguan elektrolit, atau kejang.
Keracunan tertentu memang dapat menimbulkan gangguan memori berat. Salah satu contohnya adalah domoic acid, neurotoksin pada keracunan kerang yang dapat merusak jaringan hippocampus dan menyebabkan kehilangan memori.
Diperlukan pemeriksaan neurologis, darah, toksikologi, dan bila diperlukan EEG serta CT/MRI untuk memastikan keterkaitannya langsung dg MBG. Dalam kasus seperti ini, investigasi dan proses hukum yang transparan sangat penting. Harus ada pertanggungjawaban hukum yang nyata, termasuk juga masa depan dan kualitas hidup anak-anak yg jadi korban.
Beberapa referensi yg bisa dibaca: https://t.co/N0W75NFKhs
https://t.co/iRTqHzLrN2
https://t.co/v5BzGGUG8a