fatima: "prabowo punya cita cita, tidak ingin ada anak anak indonesia tidur dalam perut lapar"
"nah tapi mbg ini kan dibagiin (sekali) di siang hari di sekolah. jadi ketika dia pulang ya lapar lagi" 😂
🚨 Update : 19 Juni 2026❗ MOMENT TRISAKTI MEMENUHI DEPAN GEDUNG DPR‼️
Keren mereka aksinya damai banget 🔥
Tapi kok ga ada oknum yang bagiin mereka roti gratis gitu ya atau air minum gitu? 🤭
MATI LISTRIK BERGILIR ITU BISA MERUSAK ALAT ELEKTRONIK, LOH!!!
Sumpah, hidup jadi WNI rasanya dihajar dari segala arah. 😩
Yang bikin kesel, kalau kita telat bayar listrik bisa kena denda. Tapi kalau mereka mati listrik berkali-kali, tanpa pemberitahuan, tanpa permintaan maaf, bahkan sampai berpotensi merusak barang elektronik warga, nggak ada konsekuensi apa-apa.
Kewajiban rakyat ditegakkan mati-matian, tapi pelayanan ke rakyat sering kali seenaknya. Nggak adil banget.
Penangkapan Roy Suryo Dkk
Memalukan negara Indonesia di dunia
Membuktikan kepolisian jadi alat politik bukan alat negara
Membuktikan rezim prabowo pro kejahatan bukan kebenaran
Membuktikan rezim ini dikendalikan jokowi, prabowo cuma proxy
Saya serukan rakyat bergerak !
info aja nih hari ini ada aksi
dari para pedagang dan petani pendukung prabowo mereka bawa spanduk dengan isi nya:
- Terima kasih prabowo
- Anak kami butuh gizi MBG
- lanjutkan 2 periode prabowo
- rakyat butuh prabowo
Itu aja udah janggal 😭😂
dan anehnya tidak ada blokade polisi atau TNI padahal itu di monas
kemaren mahasiswa di marahin
asli ini mah adu domba
APBN DIDUGA UNTUK KEPENTINGAN HASHIM
TVRI bayar Rp1,3 triliun dari APBN untuk hak siar Piala Dunia 2026, tapi masyarakat yang mau streaming lancar justru disuruh bayar lagi lewat paket BOLA GEMBIRA di Maxstream dan Folaplay. Ironis sekali wak.
Streaming sering error, putus-putus, buffering parah kali wak, bahkan login aja kadang susah tapi tidak ada kompensasi yang jelas bagi pelanggan yang sudah bayar. Siaran gratis di TVRI memang ada wak, tapi kualitas dan akses digitalnya jauh dari harapan wak, kadang lagi di jalan,atau dikantor mau nonton pun susah.
Yang Lebih parahnya lagi wak, penunjukan mitra OTT ini dilakukan tanpa tender terbuka, langsung ditunjuk sebagai MITRA STRATEGIS, mitra strategis kepala hashim iya, bayangkan wak Transparansi kontrak juga minim kali wak,ntah berapa sebenarnya nilai sublisensi yang dibayarkan Maxstream dan Folaplay ke TVRI? Jangan² hanya Rp1 miliar atau malah jauh di bawah itu wak? Kita sebagai rakyay tidak pernah diberi angka pasti, kan bangek. Uang pajak kita gak jelas dibuatnya.
Bayangkan wak TVRI bukan hanya menyiarkan, tapi juga aktif mempromosikan Folaplay yang kemudian bundling dengan IRA proyek yang berada di ekosistem Hashim. Uang negara dipakai untuk hak siar, lalu digunakan untk promosi folaplay dan keuntungannya mengalir ke platform swasta yang terkait kelompok tertentu itu wak.
Kalau ini dilakukan SCTV atau stasiun swasta lain, tidak masalah awak, sebagai pecinta bola sudah biasa bayar untuk nonton. Tapi ini pakai uang APBN, uang rakyat. Ketika gagal tayang lancar, tidak ada pertanggungjawaban yang tegas, kompensasi pun tak de, kan bangke.
Ini bukan Bola Gembira wak. Ini lebih cocok seperti Bola KKN, Kolusi, Korupsi, Nepotisme yang baunya sangat kuat kali akh, Tapi tak ada yang berani menyentuh karna terkait dengan PM.
Andai Uang Rp1,3 triliun itu, kalau digunakan untuk membangun jembatan, jalan, atau infrastruktur dasar di daerah, dampaknya jauh lebih nyata dan bermanfaat bagi rakyat. Bukan sekadar hiburan yang teknologinya saja masih error dan bobrok.
Ingat wak tvri itu milik negara Folaplay dan iran punya swasta, jangan sampai uang negara di pakai untuk memperkaya segelintir orang, jika kita diam wak, maka pola² yang sama akan terus di lakukan oleh penguasa serakah ini.
SEKARANG SAATNYA TVRI MEMBUKA SEMUA DATA MEREKA.JIKA TIDAK BERANI BERARTI BENAR TVRI TELAH ALAT UNTUK MEMPERKAYA HASHIM.
Akhirnya terbukti PROVOKATOR itu mereka sendiri... Kocak.. Intel aja kebongkar mahasiswa, gimana mau nyusup ke musuh asing😭😭😭 Kalo ketahuan baru ngaku, kalo ga ketemu lanjut provokasi gitu??? Tanya aja gw mah
dr. Tifa sampai jam 10.15 ini masih ujian di FK UI. Tadi ada perdebatan antara pihak Polda dan UU yang sudah menjadwalkan ujian Seminar Hadsil, agar ybs dibolehkan ujian terlebih dahulu. Mungkin saja sehabis ujian Tifa baru akan ditahan. Sedangkan Roy Suryo sudah proses penahanan sejak pagi.
Saya menyarankan pada tim hukum mereka untuk segera melakukan pra peradilan. Karena secara hukum materiel maupun hukum formil tidak ada alasan hukum yg membenarkan adanya penahanan untuk kasus Fitnah atau pencemaran nama baik.
Pencemaran nama baik dan fitnah itu dalam UU ITE sanksi hukumnya tidak bisa dipakai untuk nahan. DPR dan Pemerintah sejak 2016 sudah menurunkan sanksi normanya di UU. Karena tahu penegak hukum paling suka nahan tersangka. Maka oleh Legislatif dan Pemerintah ancanan hukuman fitnah diturunkan hanya tinggal 2 tahun di UU ITE, shg berdasar alasan objektif pasal UU itu tidak bisa dipakai untuk nahan.
Barusan saya dapat khabar dari salah satu tim penguji S3 dr Tifa, bahwa rencananya jam 9.00 hari ini dia akan ujian Seminar Hasil doktoral di FK UI. Namun tiba tiba Jam 6.30 tadi di parkiran, dr Tifa didatangi petugas dari Polda Metro Jaya. Mereka menunjukkan surat untuk membawa dr Tifa ke Polda Metro, padahal Ujian S3 menunggu dr Tifa pagi ini.
Walau sudah minta ijin penangguhan untuk ujian. Petugas kekeuh membawa dr Tifa ke Polda. Ada kemungkinan besar Polda Metro akan melakukan penahanan.
Inilah wujud polisi sudah tidak lagi menegakkan hukum, dan keadilan tapi lebih menegakkan perintah yang bertentangan dengan hukum dan Keadilan itu sendiri.