Satu-satunya doa sunyi yang masih kupertahankan hanyalah ini: semoga kelak, ketika waktu memutuskan jatah hidupku di dunia ini habis, aku menutup mata untuk selamanya dalam keadaan masih berstatus sebagai perempuanmu.
π
Jadi, biarlah aku tetap di sini. Bertahan tanpa menuntut akhir cerita yang indah atau mencari jalan keluar. Aku tak lagi peduli pada masa depanku sendiri.
π
Kita sudah berjalan terlalu jauh dan menghabiskan terlalu banyak waktu bersama. Usia hubungan ini telah menawan sisa keberanianku, hingga membayangkan sebuah perpisahan terasa jauh lebih mengerikan daripada bertahan dalam keputusasaan.
π
Aku sudah sampai di titik di mana bahagia tidak lagi menjadi tujuan. Entah esok hari akan membawa luka, air mata, atau keheningan panjang, aku benar-benar sudah tidak peduli.
π