Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
Jadi gini.. besok bakal ada di Demo di Bundaran HI
Diorganisir sama BEM UI dkk. Mulai kumpul di UI sekitar jam 10.00 WIB.
Dan rencananya akan aksi di Bundaran HI.
Kelen liat lah tuntutannya
Semuanya aman dan tidak melanggar hukum. Tidak ada unsur fitnah, penghinaan dan makar.
Dan kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul itu dijamin UUD 1945
Btw stay safe @BEMUI_Official
Hati hati penyusup. Tetap satu komando.
@tanyarlfes I hate and love both genders equally, jadi reminder ini bukan cuma untuk perempuan atau laki-laki, melainkan keduanya.
Dalam percintaan, akal sehat harus tetap dominan. Supaya keputusan kalian nggak kayak orang lagi ngeganja.
sengaja menindas orang lain depan umum karena nutupin kita insecure itu layak disebut binatang. kenyataannya kau tetap aja tidak akan lebih baik, kalah dan ga sebanding juga, cih
SUMPAH MARAH BANGET!!!
Ini gak cuma di satu video, tapi ada di video-video orang ini lainnya.
Video kaya begini termasuk ke dalam ableism yang merupakan bentuk prasangka dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Hitungannya sudah MERENDAHKAN mereka!
Hal-hal kaya begini yang dinormalisasi, apalagi dijadikan konten hiburan, hitungannya GAK LUCU!
Karena bisa memperkuat stigma sosial yang berdampak nyata terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan penyandang disabilitas.
Penelitian menunjukkan bahwa penyandang disabilitas yang menonton atau melihat perilaku ableism ini berisiko mengalami masalah kesehatan mental, termasuk rasa malu (shame) yang memicu gejala depresi dan kecemasan.
Penelitian lain tahun 2024 di Journal of Media Psychology meneliti mengenai humor disabilitas dan menemukan bahwa humor semacam ini justru memperkuat stereotype negatif, mengurangi empati penonton, dan menyebabkan distress emosional bagi penyandang disabilita, meskipun pembuat konten mengklaim “hanya bercanda”. Korban sering mengalami ejekan, cyberbullying, dan self-censorship karena takut diejek lebih lanjut.
Cukup marah-marahnya.
Semoga tidak ada lagi humor-humor seperti ini!
Sumber:
-Implications of internalised ableism for the health and wellbeing of disabled young people
-Humor That Hurts: An Exploration of Jokes About Black Women with Disabilities on TikTok in South Africa