Namun seiring berkembangnya media sosial dan semakin terbukanya cara berpikir masyarakat kita, banyak hal perlahan mulai terlihat lebih jelas. Memang yaa perubahan tidak pernah terjadi secara instan. Tapi bagus, setidaknya semakin banyak orang yang mulai sadar dan peduli.
Sudah tidak lagi terkejut melihat berbagai pemberitaan terkait penegakan hukum di negeri kita ini. Dulu, suara-suara yang mengkritisi dan membela malah dianggap sebelah mata, bahkan juga ikut di cap buruk.
Kemarin nonton 28 Years Later: The Bone Temple. Entah kenapa, pas bagian ngobrol-ngobrolnya beberapa kali hampir ketiduran 😅
But gotta note this, karakter Ian Kelson di sini keren banget. Solid performance👌🏼
Prinsip hidup:
- bodo amat
- nggak peduli
- not my monkey, not my circus
- atur, shay.
- okay you do you. Have the day you deserve, not gonna argue with you
Hasil:
- hidup lebih tenang
- my energy is expensive and I get to share it with those who matter
- gak gampang annoyed dan marah
- rezeki lebih gampang datang.
I choose to respond with the same care and timing I receive... mirroring the respect I’m given, matching the pace and the energy. That’s simply mirroring your communication etiquette✌🏼🙂
@coppamagz Sejak bersinggungan sama Mecima soal fan meeting Ji Chang Wook, mulai dari somasi, jawab jinawab, sampai akhirnya kasus itu selesai setelah proses panjang refund berhasil... I knew one day, if she kept running business like this, this promoter would get into legal trouble🔥
@ronisnowhere Hey! Thank you so much! Wkwkwk… Setelah 2x somasi berjamaah, artikelmu di media, adu dasar hukum, dan dia sampai hire lawyer, akhirnya opsi refund dibuka untuk semua pemegang tiket tanpa perlu 'alasan mendesak'. Sejak itu, gak sudi berurusan lagi sama promotor ini🤮😅