kak aku juga ldr malah beda negara. aku di sumatera, cowoku orang korea. kita pacaran dari 2024.
ketemu maksimal setahun 2x (dia nemuin aku ke medan). tapi aku ga pernah dibikin feeling lonely, dia selalu ngebayiin aku, kalo lagi ketemu aku cuma duduk manis doang. bahkan kami bener bener ga pernah berantem, literally ga pernah. aku juga selalu merasa dicintai. ga pernah dibikin ovt maupun bertanya tanya. buatku dia perfect.
intinya cinta sejati dan orang yg tulus itu masih ada. cowo kecintaan itu masih ada. cowo red flag, cowo bingung, dan cowo nonchalant bukan tipeku 🙂↔️
Dulu akh LDRan sama pacar. Aku di Jawa, dia di Sumatera. Suatu malam aku lagi stres berat, kerjaan numpuk, badan juga mulai sakit. Aku cuma chat dia, "Aku capek banget, pengen tidur aja." Jam 11 malam dia telepon. Suaranya pelan, sedikit serak. "Tidur yang nyenyak ya," katanya. "Besok cerita lagi." Besok paginya aku bangun, ada pesan suara dari dia. Panjangnya 45 menit. Di rekaman itu, dia bacain buku favoritku dari halaman pertama.
Sesekali dia berhenti, batuk pelan, atau bilang, "Maaf ngantuk, ini halaman 24 ya..." Kadang dia salah baca nama tokoh, lalu dia ulang sambil ketawa kecil. Dia bilang di akhir rekaman, "Aku nggak bisa peluk kamu dari sini. Tapi mudah-mudahan suaraku bisa jadi selimut buat kamu." Aku nangis di kamar kos jam 6 pagi.
💚 aku kadang heran sama orang" yang masih belain politik yang dibuat oleh "rezim wowo 02" dinegara ini, /miris malah dibuat saling terbentur antar rakyat
Saking janggalnya mereka engga mau mendengarkan sikap dari Nadiem selaku terdakwa 😿☝️
Yeup, mereka langsung cabut. Sekolah hukum tinggi-tinggi demi melacurkan diri ke penguasa. Melecehkan apa yang sudah mereka pelajari 🥀🥀🥀
#JusticeforNadiem
Beliau adalah Andi Saputra, satu²nya hakim yg mengajukan dissenting opinion dan menyatakan bahwa Nadiem seharusnya dibebaskan dari segala hukuman karena menilai unsur niat jahat (mens rea) tidak terbukti kuat.
Masih ada juga hakim yg beres, tapi 1 aja ga cukup.
"ke 4 hakim yg memvonis saya 10 tahun penjara, tidak ada satupun yg berani melihat langsung ke mata saya"
"saya tau isi hati mereka, mereka tau saya tidak bersalah"
"hanya hakim Andi yg berani mengungkapkan kebenaran dan menyebut saya harus bebas tanpa syarat"
Seporsi kekalahan WNI:
“Emang gue pikirin?”
Diucapin tanpa sedikit pun rasa bersalah, seolah nggak pernah bikin janji apa pun ke rakyat. Terus antek-anteknya malah tepuk tangan. Wallahi, we’re finished…